Tegaskan Sudah Swasembada Telur, PPN Tolak Impor

  • 02 Mei 2026 22:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pinsar Petelur Nasional (PPN) menyatakan sikap keberatan terhadap munculnya wacana kerja sama pengadaan telur dengan negara Tiongkok. Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam Rembug Nasional Peternak Rakyat Indonesia di Orient Restaurant, Sabtu 2 Mei 2026.

Pengurus PPN, Suwardi, menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada telur secara mandiri sejak tahun 2024. Kemampuan produksi peternak rakyat saat ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

“Kita benar-benar sudah cukup dan mampu menghidupi kebutuhan saat ini," katanya menegaskan.

Ia menjelaskan bahwa saat ini produksi telur harian telah menyentuh angka 18.000 ton atau setara dengan 280 juta butir. Keberadaan telur dari luar negeri justru dikhawatirkan akan menghancurkan fondasi ekonomi peternak lokal yang sedang berjuang melawan rendahnya harga jual.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya juga akan menyurati Kadin agar dapat meninjau kembali rencana tersebut. Ia menilai distribusi telur sebenarnya dapat dioptimalkan di dalam negeri.

"Kami akan bersurat kepada Kadin agar nanti bisa tinjau ulang. Tinggal nanti untuk mengatur supplu demandnya," ujarnya.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi lebih pada belum optimalnya koordinasi dan dukungan birokrasi dalam distribusi. Diperlukan komitmen dan keberpihakan dari pimpinan daerah untuk memperkuat konektivitas antara daerah produsen dan daerah yang membutuhkan.

Langkah proteksi ini diharapkan tertuang dalam regulasi resmi yang mengatur tata niaga telur nasional agar tidak bergantung pada pihak asing. Peternak berkomitmen terus menjaga pasokan protein bangsa selama pemerintah memberikan jaminan stabilitas usaha. (Reza/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....