Industri Kreatif Boyolali Didorong Naik Kelas Lewat Seminar Pasar Global

  • 30 Apr 2026 19:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Upaya mendorong industri kreatif Boyolali agar mampu bersaing di pasar internasional terus digencarkan. Salah satunya melalui seminar bertema “Transformasi Industri Kreatif Boyolali Menuju Pasar Global” yang digelar di Nadya Hotel Boyolali, Kamis 30 April 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Endang Srikarti Handayani, anggota DPR RI periode 2014–2019, dan diikuti sekitar 100 pelaku industri kreatif. Seminar juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Boyolali, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Kreatif, Kadin, Hipmi, Asabri, serta sejumlah pengusaha lokal.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Istanto Admojo, Direktur Harmoni Corpora Asla, serta Riris Simanjuntak, Marketing Manager Indo Risakti, yang membahas strategi pengembangan produk hingga pemasaran global.

Endang Srikarti Handayani mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pelaku industri agar tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar internasional. “Boyolali punya potensi besar, mulai dari susu, jamu, batik, hingga produk kreatif lainnya. Tinggal bagaimana kita dorong kualitas dan standar produknya agar bisa diterima di pasar global,” ujarnya.

Menurutnya, standarisasi produk menjadi salah satu kunci utama. Karena itu, pihaknya akan mendorong pelaku industri untuk memenuhi sertifikasi seperti ISO guna memperkuat daya saing ekspor. Sementara itu, narasumber Istanto Admojo menilai tantangan utama industri kreatif Boyolali bukan pada potensi, melainkan pada pengemasan dan strategi pasar. Ia menyebut banyak pelaku usaha masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi.

“Daerah lain seperti Yogyakarta atau Bali sudah mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar internasional. Boyolali sebenarnya punya potensi yang sama, tinggal bagaimana dikemas dan dipasarkan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Boyolali menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor ini. Bupati Boyolali Agus Irawan melalui Staf Ahli Puji Astuti menegaskan pentingnya transformasi digital dalam memperluas pasar.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memberikan pelatihan, kemudahan perizinan, serta fasilitasi promosi bagi pelaku industri kreatif. Dukungan juga datang dari DPRD Boyolali. Anggota Komisi I, Agus Ali Rosidi, menyebut pihaknya akan mengawal penguatan anggaran sektor ekonomi kreatif dalam pembahasan KUA-PPAS 2027.

Salah satu peserta, Agus Susilo, pelaku UMKM kerajinan tembaga, mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini membuka peluang bagi pelaku UMKM Boyolali untuk meningkatkan daya saing.

“Saya sangat setuju dengan adanya seminar ini. Harapannya, UMKM Boyolali, khususnya di sektor ekonomi kreatif, bisa bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, industri kreatif Boyolali diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing dan menembus pasar global. (Kisno/Rill)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....