Wali Kota Respati Tegaskan Solo Harus Jadi Kota yang Membuat Orang Promo
- 24 Apr 2026 14:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menekankan pentingnya perubahan strategi promosi potensi daerah dengan mengedepankan aspek viralitas dan keterlibatan tokoh berpengaruh (influencer).
Hal tersebut disampaikan Respati dalam acara Gathering and Kick Off Meeting Solo Medical and Wellness Tourism di Hotel Sunan Solo, Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya, kegiatan konvensional seperti pameran atau expo kini mulai kalah efektif dibandingkan dengan promosi digital yang mampu menjangkau audiens secara lebih luas dan cepat.
Respati memberikan contoh pada rencana peringatan Hari Batik, di mana dirinya lebih memilih konsep Batik Trip dengan mengundang Key Opinion Leader (KOL) nasional daripada menggelar konser atau expo.
Melalui konsep ini, para influencer akan diajak menyusuri sejarah batik Solo, berinteraksi dengan pedagang, hingga mengunjungi pengrajin secara langsung.
Pola promosi berbasis cerita dan pengalaman pribadi di media sosial diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi para pelaku usaha batik di Kota Bengawan.
"Bayangkan kalau saya tadi bikin ekspo batik dibandingkan dengan influencer atau artis nasional yang kita bawa ke Solo, dampaknya untuk pelaku usaha batik pasti lebih bermanfaat yang influencer sekarang. Masyarakat akhirnya ke Solo karena viral. Mari kita buat Solo ini menjadi kota yang membuat orang ingin promo," ujar Respati.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti fenomena tempat-tempat yang mendadak ramai hanya karena unggahan foto di media sosial sebagai bukti kekuatan digital saat ini.
Ia mengajak para pelaku usaha lama dan baru untuk bersinergi memanfaatkan momentum tersebut demi meningkatkan daya tarik kota. Respati juga menekankan bahwa setiap kegiatan yang didukung pemerintah harus memiliki tolok ukur dampak yang jelas bagi masyarakat dan pendapatan daerah.
Keberhasilan promosi dan pergerakan ekonomi di Solo juga tercermin dari kontribusi pajak daerah, khususnya dari sektor kuliner seperti coffee shop.
Respati memaparkan adanya proyeksi 164 konvensi baru yang berpotensi menyumbang pajak daerah sebesar 18 hingga 20 miliar rupiah hanya dari sektor makanan dan minuman.
Pendapatan dari pajak inilah yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan fasilitas publik yang nyata.
"Potensi pajak daerah yang masuk itu satu tahun sekitar 18 hingga 20 miliar rupiah dari coffee shop saja. Dari hasil pajak mamin (makan minum) tersebut, sekarang kita sudah bisa membangun dua sekolah dasar dan SMP. Inilah yang saya harapkan ke depan, setiap efek kegiatan harus memiliki tolok ukur yang tepat," kata Respati.
Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus mengawal setiap program pariwisata dan kesehatan agar selaras dengan target pembangunan kota. Respati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melepaskan ego kelompok dan bersatu demi kemajuan Solo.
Dengan strategi promosi yang tepat dan akuntabilitas anggaran yang terjaga, Solo diharapkan mampu terus tumbuh menjadi kota pariwisata yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (Dania/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....