Bersaing dengan Sekolah Swasta Unggulan, Wali Kota Solo Gagas SMP Khusus
- 24 Apr 2026 14:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta mulai mensosialisasikan program kelas khusus jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menarik kembali minat orang tua menyekolahkan anak di sekolah negeri.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, melakukan paparan perdana program tersebut di hadapan murid dan wali murid SDN Kleco 1, Jumat, 24 April 2026. Program ini dirancang sebagai jawaban atas persepsi masyarakat bahwa kualitas sekolah negeri tertinggal dari sekolah swasta favorit.
Respati Ardi menjelaskan kelas khusus ini akan menawarkan keunggulan yang setara dengan sekolah unggulan, mulai dari jaminan kesejahteraan guru hingga kurikulum yang inovatif.
| Baca juga: Peta Jalan Masa Depan Sekolah Berkemajuan |
Salah satu terobosan yang diusung adalah mekanisme moving class, di mana siswa akan berpindah kelas sesuai dengan mata pelajaran yang diikuti. Selain itu, sejak dini siswa akan diarahkan pada peminatan bakat yang spesifik, yakni pemisahan antara fokus ilmu sains dan ilmu sosial agar potensi akademik siswa lebih terasah.
Tidak hanya soal kurikulum, Pemkot Surakarta juga menjanjikan akses langsung terhadap berbagai program beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri bagi siswa kelas khusus ini.
Program ini juga diproyeksikan sebagai jalur persiapan matang bagi siswa untuk menembus Sekolah Menengah Atas (SMA) atau SMK unggulan yang memiliki sertifikasi internasional.
Harapannya, lulusan SMP khusus ini memiliki daya saing tinggi saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih prestisius seperti SMA Taruna Nusantara atau sekolah serupa.
"Kelas khusus ini menjawab tanggapan bahwa sekolah negeri akan bisa menyaingi dengan baik sekolah swasta dan memberikan keyakinan ke orang tua murid untuk kembali ke sekolah negeri. Ada peminat bakatan dari sejak awal, pembedaan ilmu sains dan ilmu sosial, serta akses langsung terhadap beasiswa luar negeri maupun dalam negeri," ujar Respati Ardi saat ditemui wartawan usai kegiatan.
Untuk tahap awal atau masa uji coba, program ini akan dibuka di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta dengan kuota masing-masing tiga rombongan belajar (rombel).
Jika hasil evaluasi dari trial ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan, Pemerintah Kota berencana untuk memperluas cakupan program hingga menjadi satu sekolah utuh.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kualitas infrastruktur dan sumber daya pengajar benar-benar siap memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswa terpilih.
Meskipun disambut baik, program ini juga memicu harapan dan kekhawatiran dari sisi wali murid, terutama terkait skema seleksi bagi warga di luar kota.
Salah satu orang tua murid asal Kartasura, Ruli Endarti, mengaku sangat tertarik karena program ini dianggap mampu menampung anak-anak berprestasi yang selama ini sering tereliminasi oleh aturan zonasi jarak.
Namun, ia berharap ada kepastian mengenai peluang bagi siswa luar daerah yang memiliki kemampuan akademik tinggi namun terkendala domisili.
"Tertarik ya, karena ini menampung anak-anak berprestasi yang kadang tersingkir karena faktor jarak zonasi. Cuma kalau saya dari luar kota, mikirnya apa bisa masuk, karena kalau nilai bagus harapannya tentu kesempatan masuknya lebih besar daripada hanya melihat jarak," kata Ruli. (Dania/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....