Hari Pertama TKA SMP di Solo, Sekolah Fokus Pematangan Materi
- 13 Apr 2026 12:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan hari pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Solo, Senin, 13 April 2026, terpantau berjalan lancar tanpa kendala sistem yang berarti.
Sejumlah sekolah, termasuk SMPN 3 dan SMPN 25 Surakarta, sepakat mengambil jadwal pada gelombang 3 dan 4 guna memastikan stabilitas aplikasi. Pada hari pertama ini, para siswa fokus mengerjakan mata pelajaran Matematika untuk mengukur kemampuan numerasi mereka.
Kepala SMPN 3 Surakarta, Kucisti Ike Retnaningtyas, menjelaskan pihaknya membagi 255 siswa ke dalam empat sesi setiap harinya. Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pembekalan akademis hingga penguatan mental melalui kegiatan doa bersama.
Pihak sekolah memastikan pengawas dari luar serta teknisi proktor telah bersiap sejak pukul 06.00 WIB guna menjamin ketepatan waktu pelaksanaan setiap sesi.
"Anak-anak sudah dibekali baik secara akademis maupun secara mental. Bahkan pada Jumat lalu ada kegiatan doa bersama dan minta doa restu kepada Bapak Ibu guru, sehingga harapannya hasilnya tidak mengecewakan dan mendapatkan hasil terbaik," ujar Ike.
Format pelaksanaan TKA tahun ini memang dirancang serupa dengan Asesmen Nasional (AN), sehingga siswa dinilai tidak terlalu asing dengan tampilan antarmuka aplikasi. Fokus utama sekolah kini bergeser pada pendalaman materi melalui drill soal-soal literasi dan numerasi yang disisipkan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) reguler.
Hal ini dilakukan karena sekolah menghindari pemberian jam tambahan yang berpotensi membebani fisik siswa kelas sembilan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMPN 25 Surakarta, Sutrisno, mengungkapkan bahwa pemilihan gelombang akhir merupakan strategi efektif untuk menghindari gangguan teknis yang sempat muncul saat simulasi.
Dari sisi sistem, aplikasi TKA saat ini tergolong stabil dan memudahkan siswa dalam mengerjakan soal secara digital. Pihak sekolah juga memfasilitasi koleksi buku soal dari berbagai penerbit di perpustakaan sebagai referensi tambahan bagi siswa.
"Tantangan kami adalah membuka pola pikir anak bahwa TKA ini penting, karena ada rumor di masyarakat bahwa ini tidak wajib. Kami terus mendorong agar semua anak ikut, sebagai pengalaman dan juga jaga-jaga jika ada perubahan regulasi di masa depan," kata Sutrisno.
Secara keseluruhan, tingkat kehadiran siswa pada hari pertama TKA di Solo mendekati seratus persen. Meski terdapat beberapa laporan siswa yang berhalangan hadir di sesi tertentu, secara umum mobilitas siswa di ruang ujian tetap terkendali.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan akan terus berlangsung hingga Kamis, 16 April 2026 dengan transisi mata pelajaran dari Matematika menuju Bahasa Indonesia. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....