Sekolah Rakyat: Berkualitas, Inklusif dan Berkelanjutan
- 16 Apr 2026 14:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi pendidikan yang kini mulai mendapat perhatian masyarakat, karena menawarkan akses belajar gratis dengan konsep yang tetap mengedepankan kualitas, inklusivitas, dan keberlanjutan. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari berbagai latar belakang, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi, agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
“Sekolah rakyat adalah bentuk pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkolaborasi dengan berbagai Kementerian” ujar Giyatno, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen dalam dialog Beranda Astacita Berjaringan Korwil XI di RRI Surakarta, Rabu 15 April 2026.
Ia menjelaskan salah satu ciri khas sekolah rakyat adalah penerapan sistem asrama bagi siswa. Dalam sistem ini, siswa tinggal di lingkungan sekolah dengan aturan yang terstruktur, mulai dari jadwal belajar, kegiatan harian, hingga pembinaan sikap dan kemandirian.
Dalam kurikulum keasramaan, Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum pesantren dari Kementerian Agama. “Aturan asrama dirancang untuk membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, dan memiliki tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Meski tidak memungut biaya pendidikan, kualitas sekolah rakyat tetap menjadi perhatian utama. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada standar nasional, ditambah dengan program penguatan karakter dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Hal ini sekaligus menjawab anggapan bahwa pendidikan gratis identik dengan kualitas rendah. Menurut Giyatno, sekolah rakyat justru berupaya menghadirkan pendidikan yang setara, bahkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Dalam sesi interaktif, pendengar bernama Puput di Nusukan menanyakan sesuatu berkait tema "Mengenai bagaimana pendidikan non akademik serta proses perekrutan guru di Sekolah Rakyat," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Giyatno menjelaskan sekolah rakyat juga menyediakan pendidikan non akademik sebagai bekal siswa di masa depan. Selain itu, tenaga pengajar di Sekolah Rakyat adalah guru-guru yang sudah bersertifikasi dari Kementerian Sosial, sehingga tetap memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Dengan konsep yang terintegrasi antara pendidikan akademik, pembinaan karakter, serta keterampilan hidup, sekolah rakyat diharapkan mampu menjadi alternatif pendidikan yang tidak hanya gratis. Tetapi juga berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. (Mariana Intan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....