Rentetan Penemuan Mayat dalam 5 Hari, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan
- 22 Apr 2026 09:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Masyarakat Kabupaten Sragen digegerkan dengan rentetan penemuan mayat dalam kurun waktu lima hari terakhir. Terhitung sejak Jumat 17 April hingga Selasa 21 April tercatat ada tiga kejadian penemuan jasad di lokasi yang berbeda-beda.
Berdasarkan data yang dihimpun, tiga kejadian tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Sidoharjo, Mondokan, dan Sragen Kota. Meski terjadi secara beruntun, pihak kepolisian memastikan bahwa hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban.
Adapun kronologi kejadian beruntun tiga kasus penemuan mayat yang dilaporkan dalam kurun waktu tiga hari. Pada Jumat, 17 April 2026 di Kecamatan Sidoharjo seorang perempuan bernama Elli Fitri Susanti (30), warga Widodaren, Ngawi, ditemukan meninggal dunia di rumah kerabatnya di Desa Sidoharjo. Korban ditemukan dalam kondisi kaku di tempat tidur saat saksi hendak mengantar makanan.
| Baca juga: Sehari Dua Mayat Ditemukan di Bengawan Solo |
Di dekat korban, polisi menemukan sejumlah obat-obatan medis. Hasil pemeriksaan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro menunjukkan indikasi penyakit dalam (B-20) dan tidak ditemukan tanda kekerasan.
Kemudian hari Minggu, 19 April 2026 di Kecamatan Mondokan Sesosok mayat laki-laki atas nama Sular (51) ditemukan membusuk di dalam rumahnya, Dukuh Kalidoro, Desa Kedawung. Korban yang tinggal seorang diri tersebut pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya setelah mencium bau menyengat dari dalam rumah yang terkunci.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi dan diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Lantas Selasa, 21 April 2026 di Kecamatan Sragen Kota seorang warga Boyolali bernama Warsini (49) ditemukan meninggal secara mendadak di dalam warung kelontong area Pasar Hewan Nglangon.
Korban tiba-tiba jatuh tersungkur saat sedang makan. Sang suami yang berada di lokasi sempat meminta pertolongan medis, namun nyawa korban tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan keluarga dan pemeriksaan dokter forensik, korban memiliki riwayat penyakit jantung, batu empedu, dan asam lambung.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa tren kenaikan angka penemuan mayat dalam beberapa hari terakhir ini murni disebabkan oleh faktor kesehatan atau penyakit bawaan yang diderita para korban.
"Dari ketiga laporan gangguan yang masuk, tim Inafis Polres Sragen bersama tim medis dari masing-masing Puskesmas dan RSUD telah melakukan olah TKP serta visum luar secara teliti. Hasilnya seragam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam," kata AKBP Dewiana, Rabu 22 April.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap anggota keluarga atau tetangga yang tinggal sendirian, terutama mereka yang diketahui memiliki riwayat penyakit kronis.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi liar. Pihak keluarga dari ketiga korban juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum," katanya.
Hingga saat ini, seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak sesuai adat dan agama masing-masing. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....