Cerita Korban Longsor di Kalikobok Sragen, Rumah Ambles akibat Tanah Gerak

  • 19 Apr 2026 13:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Fenomena tanah gerak melanda Dukuh Banyuurip RT 15, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Akibat peristiwa ini, tiga bangunan rumah milik warga setempat mengalami kerusakan parah hingga ambles sedalam dua meter.

Kondisi tanah yang labil ditambah guyuran hujan deras dengan durasi lama dalam sepekan terakhir disinyalir menjadi pemicu utama pergerakan tanah yang semakin masif.

Pergerakan tanah sebenarnya mulai terdeteksi sejak Minggu 12 April 2026. Salah satu korban terdampak, Toni Ariyanto, menuturkan bahwa awalnya hanya muncul retakan-retakan kecil di sekitar huniannya. Namun, memasuki hari Senin, retakan tersebut kian lebar seiring dengan intensitas hujan yang meningkat.

"Senin itu saya cek pas hujan deras, retakannya sudah sekitar satu jengkal. Hari Selasa dan Rabu mulai ambrol dan kondisinya semakin parah," ungkap Toni saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu 18 April.

Puncaknya longsor terjadi pada Kamis 16 April 2026 sore. Tanah di bagian belakang rumah mengalami penurunan drastis. Toni menjelaskan bahwa area kamar mandi yang semula sejajar dengan bangunan utama kini amblas hingga kedalaman sekitar dua meter.

Setidaknya ada tiga bangunan yang terdampak dalam satu area tersebut, yakni rumah milik Toni Ariyanto, rumah adiknya (Ari), dan rumah orang tuanya (Pak Sumirin).

"Ada tiga rumah. Sementara ini kami mengungsi ke tempat saudara (mbah) di area yang lebih tinggi karena tanah di sini masih terus ambles," tambah Toni.

Meski mengalami kerugian material yang belum bisa ditaksir, ia memastikan seluruh anggota keluarganya dalam kondisi selamat. Namun beberapa korban harus mengungsi karena rumah rawan untuk ditinggali.

Sekretaris Desa Kalikobok, Agus Salim, membenarkan bahwa pergerakan tanah di wilayah tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem. Menurutnya, karakteristik tanah lempung yang labil di lokasi tersebut tidak mampu menahan beban dan resapan air.

"Hujan deras terjadi hampir setiap sore selama beberapa hari. Selain itu, sekitar 30 meter di belakang rumah terdapat saluran air yang arusnya sangat deras saat hujan karena kiriman dari desa sebelah. Ini memperparah kondisi tanah yang memang sudah labil," kata Agus Salim menjelaskan.

Pemerintah desa bersama BPBD Sragen, TRC, TNI-Polri, dan warga setempat telah melakukan langkah darurat. Untuk menghindari kerusakan yang lebih luas akibat beban bangunan, warga bergotong-royong membongkar bagian rumah yang konstruksinya kayu (rumah Jawa) dan menurunkan genteng pada rumah tembok.

"Langkah ini diambil untuk mengurangi beban tanah. Jika terjadi pergerakan susulan, dampaknya tidak akan lebih parah," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, relawan dan petugas gabungan masih bersiaga di lokasi guna memantau potensi pergerakan tanah susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sragen masih tergolong tinggi.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen selama beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon. Akibatnya, dua rumah warga terancam ambruk dan penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sragen, pergeseran tanah di lokasi tersebut terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu lima hari terakhir, terhitung sejak Minggu 12 April. Kerusakan paling parah dialami oleh keluarga Jumirin (54) dan Firiyanto (30).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Sragen, R. Triyono Putro, mengonfirmasi bahwa kondisi tanah di lokasi kejadian sangat tidak stabil. Retakan tanah dilaporkan mencapai kedalaman 1 meter dengan panjang longsoran sekitar 15 meter.

"Kami telah menerjunkan tim TRC untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Kondisi rumah Bapak Jumirin saat ini rawan roboh dengan tanah pekarangan yang bergeser hingga 50 sentimeter. Sementara itu, pondasi rumah bagian belakang milik Bapak Firiyanto juga sudah ambrol," ujar R. Triyono Putro dalam keterangan resminya, Jumat 17 April. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....