Wanita Bergerak Solo, 150 Pelari Perempuan Rayakan Hari Kartini

  • 19 Apr 2026 11:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Semangat Kartini masa kini terpancar kuat dalam kegiatan "Wanita Bergerak-Fun Run and Community Movement" yang digelar di Hotel Sahid Jaya Solo, Minggu, 19 April 2026.

Sebanyak 150 peserta yang seluruhnya merupakan perempuan dari berbagai kalangan usia mengikuti ajang lari santai ini untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kaum perempuan akan pentingnya pola hidup sehat demi kualitas hidup keluarga yang lebih baik.

Ketua Panitia sekaligus, Arta Listia, menjelaskan gelaran perdana di tahun 2026 ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari warga Solo Raya.

Dalam kegiatan juga dihadiri tokoh perempuan penting seperti Ibu Wali Kota Surakarta, Venessa Winastesia, serta Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani yang secara resmi melakukan flag off atau pelepasan peserta.

Bahkan Ibu Wali Kota Surakarta, Venessa Winastesia, juga turut serta berlari sejauh 5 kilometer, sehingga memberikan dorongan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Pihak panitia berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta dapat terus terjalin agar kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan.

Pemilihan olahraga lari sebagai inti kegiatan didasari oleh sifatnya yang praktis, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri tanpa terikat waktu maupun tempat.

Selain menyehatkan, tren lari outdoor di Kota Solo dinilai semakin berkembang karena didukung infrastruktur kota yang ramah bagi para pejalan kaki dan pelari.

Arta berpesan agar kaum perempuan tidak ragu untuk berolahraga di luar ruangan selama tetap saling menghargai sesama pengguna jalan lainnya.

"Wanita Bergerak ini diharapkan supaya banyak perempuan lebih sadar olahraga, karena jika perempuan sehat, maka kehidupan dalam keluarganya pun makin sehat. Olahraga lari itu paling simpel, tidak perlu sewa tempat, cukup modal sepatu lari saja sudah bisa dilakukan di mana pun," ujar Arta saat ditemui rri.co.id di sela kegiatan.

Kemeriahan acara ini dirasakan oleh seluruh peserta, mulai dari mahasiswi hingga kelompok lansia yang tetap bersemangat menyelesaikan rute hingga garis finis.

Nuansa kebersamaan antarperempuan sangat terasa di sepanjang lintasan, di mana para pelari saling memberikan dukungan semangat. Hal ini membuktikan olahraga lari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga sarana membangun komunitas positif bagi perempuan di Kota Solo.

Salah satu peserta asal Solo, Nurin Arifani, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti event lari khusus perempuan ini.

Meski sempat merasa kelelahan karena harus mengejar ketertinggalan di awal rute, ia merasa bangga mampu menyelesaikan tantangan sejauh 5 kilometer. Baginya, kegiatan ini merupakan wadah ekspresi yang tepat untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan fisik dan mental yang tangguh.

"Seru banget sih, kita sebagai wanita itu patut berekspresi bagaimanapun juga. Kita hebat, kita kuat, dan ternyata lari 5 kilo itu sangat mungkin dilakukan oleh wanita. Ini pengalaman pertama yang mantap dan keren sekali," katanya.

Kegiatan ditutup dengan sesi gerakan komunitas yang semakin mempererat hubungan antar-pelari perempuan di Surakarta.

Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, pihak penyelenggara optimis jumlah peserta akan meningkat di masa mendatang dengan dukungan penuh dari berbagai instansi terkait. Kegiatan ini menjadi pengingat kemandirian perempuan juga dimulai dari raga yang sehat dan jiwa yang kuat. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....