Jumat Bersepeda Tetap Jadi Pilihan Pemkot Solo dalam Penghematan Energi
- 17 Apr 2026 20:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih belum berencana memberlakukan Work From Home (WFH), meskipun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menghimbau untuk setiap daerah memberlakukan WFH.
Ditemui di Balai Kota pada Jumat, 17 April 2026, Wali Kota Solo, Respati Ardi menegaskan bahwa dirinya tetap berfokus pada hemat energi meskipun belum menerapkan WFH.
“Intinya kami mencoba hemat energi, kami setiap hari melakukan budaya hemat energi dan setiap Jumat menggunakan ajakan untuk bersepeda, menggunakan transportasi umum, ataupun kendaraan non-mesin,” kata Respati Ardi.
Menurut Mantan Ketua HIPMI Solo ini, Jumat Bersepeda lebih efektif dalam penghematan energi yang sedang digalakkan Pemerintah Pusat.
Ke depan ditambahkan Respati Ardi bahwa selain penerapan Jumat Bersepeda hingga menggunakan transportasi umum, Pemerintah Kota juga akan menerapkan budaya energi setiap hari dengan mengurangi penggunaan listrik dan lainnya.
Serta berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk mendukung transportasi publik di Kota Solo, pasca efisiensi pembiayaan operasional BST.
“Transportasi umum memang banyak yang harus kita benahi, kita akan komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk mohon dukungan terhadap transportasi publik. Kita masih berkomunikasi, sedang kita optimalkan untuk transportasi publik kita maksimalkan,” katanya menambahkan.
Dengan penerapan budaya hemat energi yang dijalankan ini, Pemerintah Kota Solo berharap adanya penghematan hingga lebih dari 10 persen, seperti pada masa uji coba Work From Anywhere (WFA).
Sementara itu, Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo mengatakan selama dua kali penerapan Jumat Bersepeda, sebanyak 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Kelurahan yang ada dan Kecamatan Pasar Kliwon sudah menerapkan bersepeda menuju kantor.
“Kalau kemarin datanya itu sekitar 12-an tapi itu dari satu Kecamatan dan Kelurahan-Kelurahan. Kalau dari Kecamatannya sendiri ada empat,” ucap Ari Wibowo.
Lebih lanjut, Ari Wibowo menjelaskan selama penerapannya sendiri tidak ada hambatan, hanya kesulitannya saat para ASN yang biasa harus mengantarkan anaknya bersekolah jadi tidak bisa atau jadi lebih pagi mengantarkan anak.
“Kalau terlambat tidak ya karena sudah berkomitmen pindah dari motor ke sepeda. Jadi artinya berangkat lebih awal. Intinya harus cek sepeda dari pagi juga,” ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....