Pemkot Solo Tekankan Budaya Antikorupsi, Pelanggaran Disiplin ASN Jadi Perhatian
- 17 Apr 2026 12:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta menekankan pentingnya penguatan budaya antikorupsi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan dalam apel bersama yang digelar di Halaman Balaikota Surakarta.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Ia menegaskan korupsi merupakan ancaman serius yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Korupsi tidak hanya merusak struktur pemerintah dan menyebabkan kerugian negara, tetapi juga melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat apel pegawai, Jumat, 17 April 2026.
Ia menambahkan, penguatan budaya kerja berakhlak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan korupsi. Integritas ASN harus dibangun dari kesadaran, bukan sekadar karena aturan.
“Integritas bukan sekadar soal tidak korupsi, tetapi bagaimana kita memastikan kewenangan yang kita miliki digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan ASN dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Data menunjukkan masih adanya pelanggaran disiplin yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Tahun 2025 terdapat 21 kasus pelanggaran disiplin, dan pada tahun 2026 ini sudah tercatat empat kasus. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kedisiplinan,” ujarnya.
Melalui penguatan integritas dan disiplin, Pemerintah Kota Surakarta berharap dapat mewujudkan pelayanan publik yang profesional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....