Antisipasi Pendaki Hilang, 140 Relawan Ikuti Seleksi Pelatihan Jungle Rescue
- 13 Apr 2026 08:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mulai menggelar seleksi ketat pelatihan Jungle Rescue atau penyelamatan hutan bagi ratusan relawan se-Kabupaten Karanganyar. Langkah ini merupakan bentuk evaluasi sekaligus respons cepat pemerintah daerah berkaca pada kasus pencarian orang hilang di kawasan Mungkrang beberapa waktu lalu.
Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan dari 140 pendaftar yang masuk, nantinya hanya akan dipilih sekitar 70 hingga 80 personel terbaik. Para peserta yang lolos skrining akan menjalani pembekalan intensif mengenai teknik navigasi darat hingga manajemen evakuasi di medan sulit guna memastikan operasi pencarian di masa depan lebih terpadu.
“Kegiatan Jungle Rescue ini adalah hasil dari kajian kami terkait kejadian di Mungkrang yang proses pencariannya memakan waktu cukup lama. Kami ingin membentuk tim yang siap dikoordinasikan secara terpadu apabila kembali terjadi warga atau pendaki yang hilang di hutan,” ujar Hendro Prayitno, Senin 13 April 2026.
Hendro menambahkan Kabupaten Karanganyar memiliki banyak jalur pendakian dan kawasan hutan luas seperti di wilayah Jenawi, Ngargoyoso, hingga Tawangmangu. Tingginya aktivitas pendakian di wilayah tersebut menuntut kesiapsiagaan personel relawan yang memiliki keahlian spesifik dalam menghadapi kondisi medan hutan rimba yang tidak menguntungkan.
“Wilayah Karanganyar ini banyak hutan dan jalur pendakian yang dibuka untuk umum, sehingga potensi kejadian orang hilang cukup tinggi. Melalui pelatihan ini, kemampuan navigasi darat, teknik survival, hingga penanganan hipotermia relawan akan kita asah kembali bersama instruktur dari Basarnas,” katanya.
Proses seleksi dan pelatihan awal akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar selama dua hari pada akhir April mendatang. Sementara untuk praktik lapangan, para peserta akan digembleng langsung di kawasan Dusun Tambak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso selama tiga hari mulai tanggal 1 hingga 3 Mei 2026.
“Untuk instrukturnya kita menggandeng Basarnas Surakarta, PMI, hingga relawan Baznas Karanganyar untuk memastikan standar penyelamatannya sesuai prosedur nasional. Intinya kegiatan ini adalah dari kita dan untuk kita, demi keselamatan masyarakat luas,” ucap Hendro.
Penutupan pelatihan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar sekaligus sebagai bentuk pengukuhan tim khusus penyelamat hutan. BPBD berharap kolaborasi lintas organisasi relawan ini semakin solid sehingga respons terhadap keadaan darurat di pegunungan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
“Harapan kami saat penutupan nanti Bapak Bupati bisa hadir untuk memberikan motivasi langsung kepada teman-teman relawan. Dengan tim yang terlatih, kita optimis manajemen pencarian dan pertolongan di wilayah pegunungan Lawu akan semakin baik,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....