Proyek Jalan Solo-Sragen Dimulai, Satlantas Karanganyar Siapkan Sistem Buka Tutup
- 09 Apr 2026 16:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar menyiagakan personel untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan menyusul dimulainya pengerjaan jalan di tiga simpang utama jalan raya Solo-Sragen. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada betonisasi di simpang Gudang Garam sepanjang 120 meter yang diperkirakan akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Agista Ryan Mulyanto, menyatakan hingga saat ini belum dilakukan pengalihan arus karena satu lajur jalan masih dapat dilalui kendaraan. Namun, potensi sistem buka-tutup tetap diberlakukan guna menjaga pergerakan kendaraan di jalur utama tersebut agar tidak mengalami kemacetan total.
“Saat ini baru dimulai pengerjaan di simpang Gudang Garam dan belum ada pengalihan arus karena masih bisa dilewati di satu lajurnya. Kami tetap mengutamakan imbauan sosialisasi agar masyarakat meminimalisir melewati jalur tersebut,” ujar AKP Agista Ryan Mulyanto, Kamis 9 April 2026.
Kasatlantas menjelaskan pengerjaan jalan ini merupakan proyek berantai yang mencakup simpang Gudang Garam, simpang Sroyo, dan simpang Acidatama, Kebakkeramat. Setelah proyek di simpang Gudang Garam dan Sroyo sepanjang 150 meter selesai, pengerjaan akan dilanjutkan ke simpang Asidatama yang memiliki bentang jalan mencapai 650 meter.
“Untuk pengerjaan di Asidatama akan dilaksanakan rapat kembali pada bulan Mei mendatang setelah proyek di Gudang Garam dan Sroyo rampung. Kami mengerjakan satu sisi terlebih dahulu agar kendaraan tetap bisa melintas meskipun ada potensi kepadatan,” katanya.
Satlantas, lanjut AKP Ryan, telah memasang rambu peringatan di tiga titik strategis mulai dari kawasan Palur hingga mendekati lokasi proyek guna memberikan informasi kepada pengguna jalan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya pengguna kendaraan kecil, untuk mencari jalur alternatif lain melalui kawasan Jaten.
“Kami sudah memasang rambu-rambu di tiga titik termasuk di Palur untuk memberitahu bahwa di sana sedang ada pekerjaan jalan. Kami sarankan kendaraan kecil bisa mengambil jalur lain untuk mengurangi beban kepadatan di lokasi proyek,” kata Kasatlantas.
Mengingat jalur tersebut merupakan akses utama kendaraan besar, penutupan total tidak menjadi pilihan karena minimnya jalur alternatif yang memadai. Kasatlanta mengatakan, Penempatan anggota di lapangan difokuskan untuk melakukan penarikan arus secara manual apabila terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan.
“Anggota kami standby di lokasi untuk memantau situasi dan jika ada kepadatan langsung kami laksanakan penarikan arus secara manual. Karena ini jalur utama kendaraan besar tetap harus lewat situ sehingga sistem pengerjaan satu lajur ini adalah pilihan paling realistis,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....