Harga Plastik Naik, Wali Kota Sebut Momentum Tempat Mengurangi Ketergantungan

  • 09 Apr 2026 15:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Harga berbagai jenis plastik mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini diduga dipicu dampak konflik di Timur Tengah yang berpengaruh pada bahan baku industri plastik.

Kondisi ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Solo untuk menggalakkan kampanye mengurangi penggunaan bahan plastik. Sebab plastik menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo.

Dijumpai di sela kegiatan di Hotel Loji, Solo, Rabu 8 April 2026 Wali Kota Respati Ardi mengajak kepada warga untuk dapat memulai mengurangi ketergantungan pada pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan perilaku masyarakat untuk beralih dari plastik ke penggunaan bahan alternatif yang ramah lingkungan perlu dilakukan agar kelestarian lingkungan terus terjaga.

“Momentum harga plastik yang sangat tinggi ini menjadi koreksi bagi kita semua untuk tidak bergantung pada penggunaan plastik. Karena ketergantungan terhadap plastik sekarang sangat tinggi,” kata Respati, Rabu.

Saat ini pihaknya tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait kebijakan sampah. Termasuk di dalamnya akan mengatur penggunaan barang yang tidak ramah lingkungan agar meminimalisir penggunaan plastik. Kebijakan ini diperlukan agar produksi sampah di masyarakat bisa ditekan.

“Nanti dalam Perwali yang saat ini sedang kita siapkan, ada aturan baru yang kita atur terkait dengan sampah dan penggunaan barang yang tidak ramah lingkungan. Jadi yang kita atur bukan hanya plastik, kita juga akan batasi penggunaan barang yang tidak ramah lingkungan lingkungan lainnya,” ujar dia.

Lebih lanjut, Respati mengajak kepada masyarakat untuk memulai melakukan pengelolaan sampah. Menurutnya, maksimalisasi pengelolaan sampah di hulu ini sangat penting agar pengelolaan sampah di hilir dapat dilakukan secara optimal.

Penanganan sampah, kata Respati, merupakan tanggung jawab bersama. Dirinya pun berharap masyarakat lebih sadar terhadap sampahnya sendiri karena jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak terhadap lingkungannya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu karyawan toko plastik di wilayah Solo, Erwin mengatakan kenaikan harga terjadi cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut kenaikan plastik mencapai 40 hingga 70 persen.

Menurutnya, kenaikan harga mulai terjadi sekitar satu minggu menjelang Ramadan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada plastik, tetapi juga merembet ke berbagai produk lain seperti sedotan, hingga kemasan makanan.

Erwin mencontohkan salah satu produk yang mengalami lonjakan cukup tinggi adalah cup gelas plastik. Harga yang sebelumnya sekitar Rp15 ribu per slop kini naik menjadi Rp23 ribu.

“Untuk plastik itu naiknya 40 sampai 70 persen. Kap gelas jumbo itu kemarin naik sampai 100 persen, dari Rp15 ribu jadi Rp23 ribu,” katanya kepada rri.co.id, Jumat 3 April 2026.

Kenaikan harga juga berdampak pada perilaku pedagang. Mereka kini cenderung mengurangi stok barang untuk menghindari risiko kerugian jika harga kembali turun.

“Enggak berani nyetok banyak, soale takut nanti kalau harga turun kita harga di atas enggak bisa jual,” ucapnya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....