Kunjungan Wisata Peringkat 25 Jateng, Disparpora Karanganyar Ajak Evaluasi Total

  • 07 Apr 2026 18:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karangnayar - Sektor pariwisata Kabupaten Karanganyar mencatat tren negatif pada masa libur Lebaran 2026. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, tingkat kunjungan wisata Bumi Intanpari terlempar ke peringkat 25 se-Jawa Tengah, sementara untuk lingkup Solo Raya, Karanganyar harus puas berada di posisi ketiga, tertinggal dari daerah tetangga.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Yoppi Eko Jatiwibowo, mengakui adanya penurunan peringkat yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai kemacetan parah yang membuat waktu tempuh dari Solo menuju Tawangmangu mencapai dua jam menjadi faktor utama wisatawan mulai beralih ke daerah lain yang lebih mudah diakses.

“Sekarang orang piknik itu berpikir, mereka tidak mau habis waktu di jalan. Bayangkan dari exit tol sampai objek wisata bisa dua jam karena bottleneck di Beji, Karangpandan, dan Dimoro. Ini yang membuat tingkat kunjungan kita turun drastis. Tahun 2024 kita pernah peringkat satu di Solo Raya, sekarang kita ketiga,” ujar Yoppi Eko Jatiwibowo saat ditemui wartawan, Selasa 7 April 2026.

Selain kendala infrastruktur jalan, Yoppi menyoroti perilaku pelaku usaha yang dinilai masih mengedepankan ego pribadi dibandingkan kenyamanan kolektif. Menurutnya, orientasi yang hanya mengejar keuntungan sesaat tanpa memperhatikan estetika kawasan menjadi rapor merah bagi pariwisata Karanganyar.

“Pelaku usaha masih tinggi egonya, yang penting cari uang sendiri-sendiri. Ada yang jualan di trotoar, parkir sembarangan, tidak ada sinergi. Padahal andalan kita itu alam, tapi kalau alamnya rusak dan suasananya semrawut, orang tidak akan mau kembali lagi atau tuman. PHRI pun harusnya menjadi tim kreatif untuk kemajuan Tawangmangu, bukan sekadar perkumpulan arisan,” ucap Yoppi.

Lebih lanjut, Yoppi mengungkapkan internal birokrasi pun harus bertransformasi. Ia menginginkan personel di kedinasan tidak sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan memiliki jiwa melayani selayaknya pelaku industri hiburan.

“Saya mengubah mindset teman-teman dulu di dinas ini bahwa kita itu harus selaku entertain. Birokratnya ada tapi bukan birokrat pelayanan, kita birokrat entertain. Harus bisa membangun jiwa entertain di antara teman-teman. Makanya kami bagi menjadi empat pokja, mulai dari sport tourism hingga wellness tourism,” katanya.

Guna mengejar ketertinggalan, Pemkab Karanganyar melalui konsultan tata ruang kini tengah menyusun rencana teknis atau DED untuk memperlebar jalur-jalur alternatif. Hal ini dilakukan untuk mengurai beban jalan utama Lawu yang selama ini menjadi titik jenuh kendaraan.

"Saya punya ide bagaimana jarak tempuh dari exit tol sampai ke objek kita itu lancar. Kita punya jalur dari Karanganyar belok kiri Mojogedang sampai ke Ngargoyoso, ini perlu diperlebar. Jalur Siwaluh tembus ke Matesih juga perlu dipikirkan biar tingkat kunjungan kita naik lagi,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....