Lewat Promosi Digital, Pemkab Karanganyar Bakal Genjot Kunjungan Grojogan Sewu
- 06 Jul 2026 22:43 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Karanganyar meluncurkan program kolaborasi dengan vlogger dan YouTuber lokal melalui Dinas Pariwisata untuk merevitalisasi destinasi wisata Grojogan Sewu yang mengalami penurunan kunjungan.
- Hambatan utama pengembangan objek wisata adalah keterbatasan regulasi dari Kementerian Kehutanan yang melarang aktivitas seperti camping, glamping, dan campervan, serta beban tambahan PNBP yang memberatkan operator.
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar kini mulai melirik ekosistem digital dengan merangkul para vlogger sebagai strategi utama untuk mendongkrak kembali popularitas objek wisata Grojogan Sewu. Langkah inovatif tersebut dipadukan dengan percepatan jalur birokrasi guna mengurai berbagai hambatan operasional dan dampak kelesuan ekonomi makro yang tengah memukul sektor pariwisata daerah.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar bergerak cepat menyiapkan program kompetisi pembuatan konten video kreatif dengan menggandeng komunitas vlogger serta YouTuber setempat.
Langkah promosi digital ini sengaja diambil untuk mempopulerkan kembali keindahan alam destinasi legendaris tersebut di tengah keterbatasan ruang gerak akibat aturan ketat kawasan hutan konservasi dari Kementerian Kehutanan.
"Mereka terhambatnya itu enggak bisa mengembangkan kreativitas, ide, memodifikasi itu kesulitan termasuk saya bilang sekarang musimnya kan camping, glamping, campervan enggak boleh di situ itu. Nah, itu tradisional banget lah ibaratnya karena karena aturan ketentuan dari Kementerian Kehutanan mereka enggak bisa mengembangkan kreativitas intinya itu," kata Kepala Disparpora Karanganyar Yoppi Eko Jati Wibowo, Senin 6 Juli 2026.
Yoppi mengatakan, pemerintah daerah tengah berupaya membawa hasil analisa lapangan ini kepada pimpinan daerah. Pemkab berharap tokoh pimpinan daerah dapat membantu melakukan komunikasi ke kementerian pusat agar beban tambahan PNBP yang memberatkan dapat ditiadakan.
"Kita kan nanti hasilnya kita laporkan ke bupati, kita laporkan ke Pak Manto, tokoh Karanganyar yang kebetulan ketua DPD provinsi barangkali bisa mengkomunikasikan dengan kementerian. Kalau sudah bayar kontrak, mbok jangan dibebani itu lagi, gitu loh," ucap Yoppi.
Sementara itu, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo yang mengatakan, kelesuan pariwisata juga dipengaruhi penurunan daya beli masyarakat luas. Menurutnya, keadaan ekonomi makro saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat adanya penurunan drastis yang melanda sektor perdagangan serta industri tekstil.
| Baca juga: Pesona Grojogan Sewu di Lereng Gunung Lawu |
"Jadi, kegiatan wisata-wisata yang di Karanganyar mengalami penurunan, salah satunya ya juga karena kondisi keadaan ekonomi saat ini belum baik-baik saja di mana masyarakat hampir semua terdampak termasuk industri-industri tekstil. Itu sangat dirasakan sekali maupun ya perdagangan ini juga mengalami penurunan drastis," ucap Bagus.
Bagus meminta pemerintah daerah agar terus menggencarkan promosi digital lewat para vlogger yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas komunitas wisata lokal serta perbaikan infrastruktur penunjang. Penurunan kunjungan ini diakui berimbas langsung pada berkurangnya pendapatan asli daerah dari sektor pajak hotel, penginapan melati, homestay, hingga restoran di kawasan Tawangmangu serta Ngargoyoso.
"Karena Karanganyar itu kan potensi pendapatan di wisata itu kan hanya di rumah makannya, restorannya, kan gitu ya. Penginapan homestay atau hotelnya, tentu ya akan berdampak," ujarnya.
Ketua DPRD menyebut, kehadiran program kolaborasi kreatif pemerintah bersama para vlogger ini diharapkan mampu menjadi solusi instan untuk memulihkan arus kunjungan pelancong. Pemerintah daerah berharap efek domino positif dari ramainya tempat wisata dapat langsung dirasakan oleh masyarakat lokal serta sektor usaha mikro kecil dan menengah.
"Tapi multiplier efeknya itu kepada perekonomian masyarakat itu terdampak. Yang biasanya di tempat-tempat objek wisata kan semua penjualan di situ bisa jalan, terutama UMKM," ucap Bagus Selo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....