Janji Normalisasi Saluran Tak Terealisasi, Petani Jono Bongkar Saluran Irigasi
- 05 Apr 2026 18:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Petani di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen naik pitam dan membongkar paksa saluran irigasi yang sebelumnya ditutup. Pembongkaran paksa ini buntut dari rencana normalisasi saluran irigasi yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tak segera direalisasikan.
Padahal normalisasi saluran irigasi rute Karanganom, Jono, Gawan yang sempat digembar-gemborkan sangat ditunggu petani. Karena saluran ini berimbas sangat besar, sawah-sawah petani tergenang air melebihi batas dan tak bisa ditanami.
Seperti pada musim tanam kali ini, para petani dipaksa melakukan dua kali percobaan tanam lantaran benih yang baru disebar langsung ludes terendam luapan air. Alih-alih meraup untung, para petani justru sudah merugi tenaga dan benih, bahkan sebelum proses bertani benar-benar dimulai.
Mereka menagih bukti, bukan sekadar survei dan janji-janji yang hanyut bersama air luapan irigasi. Puncaknya terjadi pada Minggu 5 April siang, warga Desa Jono akhirnya mengambil tindakan nekat.
Mereka membongkar paksa sebagian akses saluran air yang tertutup di perbatasan Desa Gawan. Lantaran tak tahan melihat sawahnya terus tergenang.
"Aliran air di sebelah selatan perbatasan Gawan kami bagi secara manual. Biar air sebagian masuk ke persawahan Gawan. Warga sudah tidak sabar, maka dibongkar agar aliran terbagi dan genangan di lahan kami cepat surut," ucap Sukardi, perwakilan petani Desa Jono dengan nada kecewa.
Sukardi menyayangkan sikap lambat Pemkab Sragen. Pasalnya, janji perbaikan ini bukan sekadar wacana di balik meja kantor. Bupati Sragen bahkan sudah meninjau langsung lokasi tersebut. Tim konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun telah melakukan pengukuran lapangan.
"Bupati sudah turun, konsultan DPU juga sudah ukur-ukur untuk hitung anggaran. Tapi kenyataannya? Sampai sekarang nol tindakan," ucap dia.
Senada dengan itu, ketidakpastian ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi DPU Sragen beberapa waktu lalu. Kepala DPU Sragen, Mursid Joko Wiranto, sebelumnya sempat memastikan bahwa langkah mitigasi mulai dari pemetaan elevasi hingga analisis titik krusial penyebab genangan telah rampung.
Kala itu, DPU menjanjikan pengerjaan fisik di lapangan akan dimulai pada Maret lalu. Namun, memasuki pekan pertama April, alat berat maupun tanda-tanda pengerjaan tak kunjung tampak.
Saluran irigasi Jono-Gawan tetap mampet, menyisakan trauma bagi petani yang setiap hari harus bertaruh dengan cuaca dan buruknya infrastruktur. Warga mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika proses tersebut tak segera menyentuh Saluran Jono. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....