Ratusan Umat Hayati Jalan Salib di Gunung Gandul
- 04 Apr 2026 21:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Ratusan umat Katolik mengikuti ibadah Jalan Salib di Gunung Gandul, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat 3 April 2026 dengan suasana khusyuk dan penuh penghayatan.
Ibadah tahunan ini menghadirkan refleksi mendalam atas sengsara hingga kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Vikaris Paroki Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri, Heribertus Budi Purwantoro, Pr. menjelaskan bahwa peringatan ini bertujuan menghadirkan makna pengorbanan Kristus bagi umat.
“Ya secara keseluruhan masih kita membawa hal yang sama setiap tahun, kita ingin menghadirkan Kristus sendiri yang sengsara wafat dan bangkit bagi kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema tahun ini menyoroti pertobatan seorang penjahat yang akhirnya percaya kepada Yesus. Pesan tersebut diharapkan memberi harapan bagi umat untuk terus bangkit dari kesalahan.
“Itu pesannya supaya meskipun kita jatuh bangun, kadang dalam dosa, bangun lagi, tapi ketika pada titik kita bertobat dan percaya kita pun akan selamat,” ucapnya.
Menurutnya, penderitaan dan kematian menjadi bermakna karena adanya harapan kebangkitan bersama Kristus. Ia menekankan bahwa iman tidak berhenti pada penderitaan, melainkan berlanjut pada kebangkitan.
“Menjadi bermakna karena Yesus melanjutkan kematian itu menuju kebangkitan,” katanya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, prosesi Jalan Salib kali ini menampilkan adegan utama di bagian bawah dan puncak Gunung Gandul. Sementara sepanjang perjalanan, umat diajak berjalan sambil berdoa dalam kelompok kecil yang didampingi prodiakon.
“Maka dikelompokkan, lalu didampingi prodiakon untuk renungan dan doa, sehingga nanti perjalanannya lebih hening, lebih merasuk dalam doa,” ujarnya.
Salah satu jemaat, Andreas Agung Pamungkas, menilai antusiasme umat terus meningkat setiap tahun. Ia melihat jumlah peserta tahun ini lebih banyak, termasuk dari paroki lain.
“Apalagi tahun ini terlihat lebih banyak apa, umat Katolik yang ikut baik dari Paroki Wonogiri sendiri maupun ada dari paroki lain datang ke sini,” ucapnya.
Ia mengaku rutin mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk penghayatan iman atas pengorbanan Yesus Kristus.
“Harapannya ya saya sendiri sebagai umat Katolik ya bisa merasakan bagaimana menjiwai kisah Yesus sendiri,” katanya. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....