Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS Karanganyar Luncurkan Program Z-Mart
- 08 Jul 2026 18:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar meluncurkan Program Pendayagunaan Z-Mart sebagai langkah taktis memperkuat pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik. Agenda yang dipusatkan di Bumi Intanpari tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama jajaran pimpinan BAZNAS tingkat kabupaten maupun Provinsi Jawa Tengah.
Langkah strategis ini menyasar ratusan pelaku usaha mikro agar memiliki kemandirian ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pasar. Melalui kedua instrumen penguatan tersebut, pengelolaan dana umat diproyeksikan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh penerima manfaat.
"Program Z-Mart tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Karanganyar Kafindi di sela acara, Rabu 8 Juli 2026.
Kafindi menjelaskan dalam pelaksanaan program kali ini, pihak BAZNAS menggelontorkan dana stimulan dengan total nilai mencapai Rp1.437.200.000 yang disalurkan kepada 177 mustahik. Ratusan penerima manfaat yang lolos kurasi tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan guna menjamin pemerataan akses pemberdayaan.
Setiap pelaku usaha mikro yang terdaftar dipastikan menerima kucuran modal kerja sebesar Rp8.000.000 per orang untuk membenahi warung mereka. Intervensi dana tunai tersebut diproyeksikan secara khusus untuk meningkatkan kapasitas stok barang dagangan, memperkuat omzet harian, hingga mendorong daya saing usaha.
"Harapannya, para mustahik dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing," ucap Kafindi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Ahmad Daroji menegaskan program ini merupakan wujud nyata peran kelembagaan dalam memperkuat ekonomi umat. Menurutnya, zakat tidak boleh hanya bersifat konsumtif melainkan harus diubah menjadi instrumen produktif yang mampu menekan angka kemiskinan secara riil.
Ahmad Daroji menilai skema intervensi melalui gerai retail tradisional Z-Mart ini sangat efektif dalam memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor bawah.
"Penyelenggaraan program terintegrasi semacam ini kita harapkan dapat menjadi percontohan nasional bagi optimalisasi tata kelola dana zakat di daerah lain," ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Bupati Karanganyar Rober Christanto. Rober memuji konsistensi jajaran BAZNAS yang terus melahirkan inovasi program berbasis produktivitas ekonomi bagi warga kurang mampu.
Bupati mengimbau kepada seluruh perwakilan mustahik agar mengelola dana bantuan modal tersebut secara cermat dan tidak digunakan untuk keperluan konsumtif. Manajemen tata kelola warung yang rapi serta kualitas pelayanan yang baik menjadi kunci utama agar usaha retail tradisional ini mampu bertahan.
"Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk terus berusaha, berkembang, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi produktif seperti ini dapat terus dipertahankan dan diperluas cakupannya pada sektor-sektor usaha potensial lainnya. Dengan tumbuhnya ratusan gerai Z-Mart yang mandiri, struktur roda perekonomian mikro di tingkat desa diharapkan akan semakin kuat dan stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....