Mendag Berikan Apresasi Terhadap Budi Daya Maggot di SPPG Jetis Sukoharjo

  • 02 Apr 2026 20:06 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Sukoharjo - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo mendapatkan kunjungan dari Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Kamis 02 April 2026.

Kunjungan di SPPG yang dikelola Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo itu untuk melihat pengembangan budi daya maggot yang mengurai sampah berupa limbah dari dapur SPPG.

Mendag yang datang bersama beberapa stafnya disambut Ketua PDA Aisyiyah Sukoharjo Indiah Dewi Murni yag langsung membawanya ke lokasi budidaya maggot yang letaknya di bagian belakang dapur SPPG.

Saat memberikan keterangan persnya Mendag Budi Santoso mengapresiasi program makan bergizi gratis atau MBG yang dikelola anggota PDA Aisyiyah Sukoharjo, terutama pengelolaan limbah produksi maupun sisa-sisa makanan yang tidak habis.

Mendag Budi Santoso saat memberikan sambutan

“Ya, ini luar biasa, bagus sekali, dimana sampah dikelola dengan memanfaatkan maggot yang mampu mengurai sampah organik secara cepat,” ujar Mendag.

Menurutnya, budi daya maggot untuk mengatasi limbah produksi dan sisa-sisa makanan menjadi solusi jangka panjang yang bisa diterapkan dapur SPPG lainnya.

“Selama ini, salah satu problem program MBG adalah limbah produksi saat memasak makanan maupun sampah berupa sisa-sisa makanan yang tidak habis,” kata dia.

Hal itu kata Mendag bisa menjadi bagian dari mewujudkan ekosistem program MBG yang berkelanjutan dengan zero sampah. Sebab sampah organik dikelola dengan memanfaatkan maggot secara cepat dan efisien.

Mendag Budi Santoso menerima Buku budiaya maggot dari Ketua PDA Sukoharjo Indiah Dewi Murni

Sementara itu, Ketua PDA Sukoharjo, Indiah Dewi Murni, mengatakan sebagian maggot dewasa digunakan untuk pakan ikan lele dan sebagian lainnya dijual dalam bentuk maggot basah maupun kering.

“Kotoran maggot digunakan untuk pupuk organik sayuran yang ditanam di belakang kandang maggot,” ujar Indiah.

Mendatang PDA Aisyiyah Sukoharjo ingin mengedukasi masyarakat dalam penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

“Program tersebut mampu memproduksi 1.000 ekor ikan lele, termasuk pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan secara mandiri berkonsep homestead,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Budi Santoso memberikan bantuan berupa mesin pengolah sampah organik dan budi daya maggot dan harapannya bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperluas pengelolaan limbah produksi dapur SPPG. (Edwi)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....