Tren Coffee Shop di Solo Jadi Magnet Pemudik Selama Libur Lebaran
- 25 Mar 2026 20:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Keberadaan kedai kopi atau coffee shop yang menjamur di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Surakarta memunculkan tren kuliner baru bagi para pemudik.
Jajaran kedai kopi tersebut terpantau selalu padat dikunjungi oleh anak muda, baik dari dalam maupun luar kota, untuk menikmati momen libur lebaran. Fenomena ini membuktikan bahwa Solo kini tidak hanya dikenal dengan kuliner tradisionalnya, tetapi juga sebagai pusat gaya hidup modern yang kompetitif.
Salah seorang pemudik asal Semarang, Ilham Bashairul Alam, mengungkapkan dirinya sengaja memilih Solo sebagai destinasi menghabiskan waktu bersama keluarga karena perkembangan kedai kopinya yang pesat.
Menurutnya, coffee shop di Solo saat ini jauh lebih layak dan mengikuti perkembangan zaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku sangat tertarik dengan konsep kedai kopi yang memadukan unsur modern dengan nuansa klasik khas budaya Solo atau yang ia sebut dengan istilah "nyolo banget".
"Saya mencoba hal baru di Solo juga karena sekarang sudah banyak coffee shop yang baru dan lebih proper daripada dulu, konsepnya modern klasik yang nuansa Solo banget," ujar Ilham Bashairul Alam kepada rri.co.id, Selasa, 24 Maret 2026.
Transformasi ini menjadikan Solo sebagai destinasi alternatif bagi pemudik yang mencari kenyamanan tempat bersantai dengan fasilitas yang memadai. Para pelaku usaha kedai kopi di sepanjang jalan protokol pun tampak tanggap dengan tren ini dengan menyajikan estetika bangunan yang menarik perhatian mata.
Hal ini menarik minat wisatawan yang ingin merasakan pengalaman ngopi di tengah suasana kota yang kental dengan keramahan penduduknya namun tetap memiliki sentuhan urban.
Senada dengan hal tersebut, Riyan Kuncoro, pemudik asal Jakarta yang sedang pulang kampung ke Boyolali, sengaja bertandang ke Solo hanya untuk menikmati suasana kedai kopi. Ia menilai pilihan tempat nongkrong di Solo jauh lebih beragam dan memiliki aksesibilitas yang lebih mudah dibandingkan daerah di sekitarnya.
Selain faktor kenyamanan, keunggulan utama yang membuat wisatawan asal ibu kota melirik Solo adalah dari segi nilai ekonomis yang ditawarkan.
"Yang bikin beda dari Jakarta itu harganya lebih affordable atau terjangkau, lingkungannya enak, dan orang-orangnya ramah-ramah, jadi betah di sini," kata Gunawan.
Peningkatan kunjungan ke kedai kopi ini diprediksi akan terus bertahan hingga berakhirnya masa arus balik Lebaran 2026 mendatang. Tingginya antusiasme wisatawan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Bengawan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro di bidang kuliner.
Dengan kualitas tempat yang semakin membaik, Solo kini mantap mengukuhkan posisinya sebagai kota yang ramah bagi para penikmat kopi dari berbagai penjuru tanah air. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....