PDI-P Solo Waspada, 'Gajah Cilik' akan Kuasai Jateng

  • 11 Jan 2026 09:02 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Politikus senior PDI-P Teguh Prakoso mengingatkan kadernya agar waspada seiring partai gajah merah yang ingin menguasai Jateng pada Pemilu mendatang. Kewaspadaan tersebut disampaikan mantan Wali Kota Solo yang juga mantan Plt Ketua DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, saat pidato pada peringatan HUT ke-53 PDIP di kantor DPC PDI-P Solo, Sabtu (10/1/2026).

Sebagai informasi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang mengajak kader PSI untuk menjadikan Jateng sebagai kadang gajah pada Pemilu 2029 mendatang. Seperti diketahui, gajah merah merupakan lambang identitas PSI yang baru.

"Kita harus waspada. Waspada apa? Yang berwarna merah tidak hanya PDIP. Ada gajah cilik juga identitasnya merah. Kemarin sudah berapi-api di Sunan. Kalau kita tidak waspada, kita singkirkan banteng-banteng, Jateng menjadi kandang gajah," ujar Teguh.

Baca juga: Aria Bima Pimpin PDI-P Solo

Peringatan Teguh itu merujuk pada pernyataan pidato Kaesang pada Rakorwil DPW PSI Jateng di The Sunan Hotel Solo, Kamis (8/1/2026) lalu. Sebagai informasi dalam kurun waktu pemilu beberapa tahun belakangan Jateng indentik dengan sebutan kandang banteng atau basis PDI-P.

Teguh lantas mengingatkan seluruh kader PDIP terutama jajaran struktural untuk waspada. Menurut dia, yang terpenting adalah kekompakan atau soliditas semua jajaran. Hal itu juga seperti yang disampaikan Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima, dalam pidatonya.

"Ini kalau kita tidak waspada, bukan berarti kita terkaget-kaget. Ya bahwa perjuangan butuh uang. Tapi uang bukan segalanya. Kalau tidak ada kekuatan soliditas, kekompakan, seperti disampaikan Pak Ketua DPC dalam sambutannya, partai ini akan turun," katanya menegaskan.

Baca juga: Teguh Prakoso Soroti Kinerja Wali Kota Solo

Sebagai respons atas kondisi politik terkini Teguh mengatakan bahwa PDI-P harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman bila ingin tetap eksis. Termasuk merangkul anak-anak muda atau biasa disebut dengan istilah Generasi Z atau Gen Z.

Kader PDIP tidak boleh bersikap eksklusif atau tertutup dari khalayak ramai. Mereka justru harus mau membaur dalam berbagai organisasi maupun elemen masyarakat yang sangat banyak.

"Kalau kita ingin meraih Gen Z kita harus menyesuaikan diri, jangan terlalu ekslusif, tidak perlu memamerkan seragam kita. Kita harus berbaur dalam organisasi-organisasi lain yang banyak sekali," kata dia.

Teguh mengingatkan kader-kader yang mendapat kepercayaan untuk menjadi struktural, agar bersikap amanah. Sebab pencapaian yang diperoleh merupakan hasil dari perjuangan panjang penuh liku.

"Bagi teman-teman yang sudah pada posisinya, ya mari, karena itu bagian dari perjuangan. Orang tidak bisa tiba-tiba mendapatkan sesuatu. Tetapi itu perjuangan panjang. DPC partai ini menuju PDIP," urai dia.

Peringatan ini untuk merefleksi PDI-P sebagai kader partai agar jangan bangga dulu, karena perjuangan baru berjalan.

"Baru akan melangkah kita harus mengikuti perubahan zaman atau politik nasional." MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....