Berkah Lebaran, Penjual Dawet Pasar Gede Solo Panen Rezeki Melimpah
- 23 Mar 2026 18:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Suasana kemeriahan Idulfitri di Pasar Gede Surakarta membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kuliner tradisional pada H+2 Lebaran, Senin, 23 Maret 2026.
Setelah sempat meliburkan diri untuk berkumpul bersama keluarga, para pedagang mulai membuka kembali lapak mereka dan langsung diserbu oleh ratusan pembeli. Kepadatan ini didominasi oleh para pemudik yang antusias mencicipi kesegaran kuliner legendaris di tengah suhu udara Kota Solo yang cukup terik.
Salah seorang pedagang dawet telasih yang merasakan dampak positif lonjakan kunjungan ini adalah Siti. Ia mengaku sengaja baru membuka kiosnya pada hari Senin ini karena harus menuruti permintaan anak-anaknya untuk berwisata terlebih dahulu pada hari pertama dan kedua Lebaran.
Meski baru beroperasi selama beberapa jam, antrean pembeli sudah terlihat mengular di depan lapaknya hingga menutupi sebagian lorong pasar.
"Aku bukanya baru hari ini, Senin, 23 Maret 2026, karena kemarin anak-anak minta diajak jalan-jalan dulu. Pelanggan sudah saya beri tahu lewat pesan singkat, dan alhamdulillah hari ini langsung ramai sekali, laris manis tanjung kimpul dagangan saya," ujar Siti penuh semangat saat ditemui di sela-sela melayani pembeli.
Menariknya, meskipun permintaan sedang berada di titik tertinggi, Siti memilih untuk tidak menaikkan harga dagangannya sama sekali. Baginya, menjaga kepercayaan pelanggan setia jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan sesaat di momen libur panjang.
Kebijakan ini disambut baik oleh para wisatawan yang merasa harga kuliner di Pasar Gede tetap ramah di kantong meski di tengah suasana hari raya.
"Harganya tetap ya, tidak ada kenaikan, untuk dawet telasih sepuluh ribu rupiah dan dawet durian lima belas ribu rupiah. Menu yang paling jadi primadona dan paling cepat habis adalah dawet durian, karena banyak yang bilang rasanya mantap," kata Siti sembari meracik pesanan pembeli dengan cekatan.
Siti memprediksi puncak keramaian di Pasar Gede akan terus bertahan hingga masa libur sekolah berakhir dan para pekerja kembali ke rutinitas semula. Ia mencatat bahwa pola kunjungan wisatawan tahun ini terasa lebih padat karena masa libur Lebaran yang cukup panjang di awal.
Hal ini memberikan kesempatan lebih bagi para pedagang kecil untuk mengais rezeki dari para pemudik yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Di penghujung hari operasionalnya, Siti menaruh harapan agar geliat ekonomi di pasar tradisional tetap stabil dan terus memberikan kesejahteraan bagi para pelaku usaha kecil.
Baginya, momen Lebaran bukan sekadar tentang perputaran uang, melainkan juga tentang kebahagiaan saat melihat pelanggan puas menikmati sajian tradisional yang ia buat dengan sepenuh hati. Dengan semangat optimisme, ia siap melayani serbuan pembeli hingga beberapa hari ke depan. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....