Pemudik Jakarta Terpikat Kesegaran Dawet Telasih di Pasar Gede Solo
- 23 Mar 2026 19:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Suasana Pasar Gede Surakarta pada H+2 Lebaran, Senin, 23 Maret 2026, terpantau dipadati oleh ribuan pengunjung yang didominasi oleh para pemudik.
Setelah fokus bersilaturahmi pada hari pertama dan kedua Lebaran, kini para pelancong mulai memadati pusat-pusat kuliner legendaris di Kota Bengawan. Pasar peninggalan zaman Belanda ini menjadi destinasi favorit karena menyajikan beragam kudapan autentik yang selalu dirindukan saat berada di perantauan.
Salah satu pengunjung yang rela berdesakan di tengah keramaian pasar adalah Indrianti, seorang pemudik asal Jakarta. Bagi Indrianti, mengunjungi Pasar Gede bukan sekadar rutinitas mudik, melainkan bentuk rasa penasaran untuk melihat perkembangan dunia kuliner di Solo saat ini.
| Baca juga: Tugu Jam Pasar Gede, Ikon Sejarah Solo |
Ia bersama keluarga sengaja menyusuri lorong-lorong pasar demi mencicipi kelezatan sajian tradisional yang tetap mempertahankan keaslian rasanya di tengah gempuran tren makanan modern.
"Kebetulan tahun ini kita memang ingin ke Solo saja, ingin tahu kuliner-kuliner di Solo itu sekarang seperti apa karena kita kan selalu berpindah-pindah destinasi," ujar Indrianti saat ditemui di kawasan kuliner Pasar Gede, Senin, 23 Maret 2026.
Fokus utama kunjungannya kali ini adalah mencicipi kesegaran Es Dawet Telasih yang menjadi ikon Pasar Gede. Indrianti mengaku sangat terkesan dengan perbedaan mencolok antara dawet khas Solo dengan cendol yang biasa ia temui di ibu kota.
Menurutnya, perpaduan bubur sumsum yang lembut dan butiran selasih memberikan tekstur serta rasa yang unik serta sangat menyegarkan di tengah suasana pasar yang riuh.
"Rasanya manis dan segar sekali. Penyajiannya beda karena ada bubur sumsum dan dikasih selasih, kalau di Jakarta itu benar-benar cendol hijau saja tidak ada selasihnya," katanya sembari menikmati semangkuk dawet di lokasi.
Selain menikmati dawet, Indrianti juga menyempatkan diri mencari buah-buahan segar di lantai atas pasar meski beberapa kios masih tampak tutup. Ia menuturkan bahwa perjalanan kulinernya tidak akan berhenti di Pasar Gede saja karena masih banyak titik kuliner lain yang ingin dikunjungi.
Antusiasme pengunjung seperti Indrianti menunjukkan bahwa Pasar Gede bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang temu bagi para pemudik untuk merayakan kenangan masa lalu melalui rasa.
Setelah puas mengisi perut di Pasar Gede, rombongan pemudik asal Jakarta ini berencana melanjutkan perjalanan wisata mereka menuju Kampung Batik Kauman. Mereka hendak berburu kain batik khas Solo sebagai buah tangan sebelum masa libur Lebaran berakhir dan harus kembali ke ibu kota.
Aktivitas para pemudik ini menjadi bukti nyata betapa besarnya pengaruh sektor kuliner dan budaya terhadap daya tarik pariwisata di Surakarta selama masa mudik Lebaran. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....