Dawet Telasih, si Hijau Manis Primadona Minuman Tradisional Pasar Gede Solo

  • 17 Mar 2026 14:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Berlebaran ke Kota Solo Jawa Tengah rasanya kurang afdol kalau tidak mencicipi beragam kuliner tradisonal khas salah satunya dawet telasih. Bahkan dI Pasar Gede Hardjonagoro yang menjadi icon pasar tradisional Solo, “si hijau manis ini’ sudah menjadi primadona.

Tak tahu pasti kapan dawet telasih mulai dijual Pasar Gede. Namun jajanan ini mempunyai kedekatan tersendiri dengan sejarah berdirinya pasar Gede yang dibangun Sri Susuhunan Paku Buwono X pada tahun 1930-an.

Menurut tokoh masyarakat Solo yang juga pemerhati budaya YF Sukasno, Sejak Pasar Gede berdiri sejak itu pula dawet telasih ada. Dipelopori Mbah Harjo Sumini ( Mbah Jo) dan dikembangkan oleh Bu Dermi.

“Dulu namanya dawet jamu. Karena berbeda dengan dawet lain, salah satu isinya yang khas adalah biji kemangi yang disebut telasih. Bagi masyarakat Jawa biji telasih itu memilik khasiat, antara lain untuk jamu, meredakan panas dalam. Makanya disebut dawet jamu,” kata Kasno kepada rri.co.id Senin 16 Maret 2026.

Ada banyak tempat yang menjual dawet telasih di Pasar Gede yang merupakan peninggalan Sri Susuhunan Paku Buwono X tersebut. Namun paling fenomenal dan menjadi pelopor dawet telasih Bu Dermi . Penyebutan nama Es Dawet Telasih Bu Dermi sebagai bentuk pelestarian jenama atau brand dan pembeda dari dawet serupa yang mulai muncul sejak tahun 2000-a di Pasar Gede.

Saat ini yang meneruskan penjualan Dawet telasih bu Dermi generasi ke tiga. Setelah mbah Harjo Sumini, turun ke anaknya bu Dermi yang mengelola 30 tahun dan sekarang ke cucunya Ruth Tulus Subekti, sudah berjualan 20-an tahun. Menurut perempuan 53-an tahun yang akrab dipanggil Utik ini, Ia bangga bisa mewarisi jajanan yang fenomenal tersebut.

“Saya bangga sebagai penerus. Kami berjualan sudah dari lama dari tahun 1930-an kira-kira sejak Pasar Gede juga didirikan,” ujar Uti.

Es dawet telasih Bu Dermi cukup populer di Pasar Gede dengan rata-rata penjualan mencapai 250 porsi per hari. Kalau saat Lebaran bisa meningkat signifikan. Kursi-kursi kecil yang disiapkan di depan lapak tak cukup, sehingga pembeli sampai antre berdiri untuk merasakan nikmatnya dawet telasih.

Es Dawet Bu Dermi buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Untuk menemukan kios es dawet telasih Bu Dermi, cukup mudah karena berlokasi di dekat pintu utara Pasar Gede Hardjonagoro Solo.

Resep Dawet Telasih tak pernah berubah sepanjang jaman. Bahan utama cendol yang dibuat dari tepung beras warna hijau alami dari perasan daun suji, santan, telasih. serta disiram juruh dari gula pasir asli.

Dilengkapi dengan bubur sumsum, bubur ketan hitam dan tape ketan hijau kadang kalau lagi musim diberi irisan nangka. Rasanya manis, gurih dan tak diragukan lagi, pasti akan membuat ketagihan bagi penikmatnya.(Wida )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....