Perbedaan Idulfitri di Surakarta Perkuat Toleransi Masyarakat

  • 21 Mar 2026 10:02 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri di Surakarta memperkuat toleransi antarwarga di tengah keberagaman. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan salat Idulfitri di halaman Balai Kota Surakarta yang berlangsung damai dan penuh kebersamaan.

Ribuan jemaah dari berbagai daerah tetap dapat beribadah dengan nyaman tanpa perbedaan. Kehadiran warga dari luar kota juga menunjukkan Surakarta sebagai kota yang terbuka dan inklusif.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan perbedaan hari Idulfitri merupakan bagian dari keberagaman yang harus dihormati. Ia menyebut toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Perbedaan hari merayakan Idulfitri adalah suatu keberagaman, keyakinan yang dimiliki warga masing-masing. Setiap warga negara memiliki hak untuk beribadah dan itu dilindungi,” kata Respati, Sabtu, 21 Maret 2026.

Sementara itu, khatib salat Idulfitri Abdul Kholik Hasan mengajak umat Islam memperkuat persatuan dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa kebersamaan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat.

“Di momen Idulfitri ini, marilah kita memperkuat solidaritas, persatuan, dan kepedulian kita. Karena masyarakat yang kuat adalah yang saling percaya dan saling menjaga,” ujarnya.

Menurutnya, nilai toleransi dan kebersamaan tidak hanya dijaga saat Idulfitri saja. Nilai tersebut harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari wujud ketakwaan.

Pelaksanaan salat Idulfitri di Balai Kota Surakarta menjadi gambaran nyata harmoni masyarakat. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada. (Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....