Respati–Astrid Serap Aspirasi Warga lewat Ngabuburit Bersama

  • 07 Mar 2026 17:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Solo memanfaatkan momentum ngabuburit Ramadan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memaparkan program pembangunan yang telah berjalan selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani.

Kegiatan bertajuk Ngabuburit Asik Bareng Respati–Ardi tersebut digelar di kawasan Monumen Apem Sewu, bantaran Bengawan Solo, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Jumat 6 Maret 2026. Meski sempat diguyur hujan deras, acara tetap berlangsung meriah dan dihadiri berbagai kalangan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, warga dari berbagai latar belakang menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah kota. Mulai dari penyandang disabilitas, pelaku usaha, hingga pengemudi becak turut menyampaikan masukan terkait pembangunan kota.

Salah satu pengemudi becak, Sigit Raharjo, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap transportasi tradisional di Kota Solo. Namun ia berharap ada penegasan aturan terkait keberadaan becak motor.

“Terima kasih sudah memperhatikan becak. Harapannya untuk bentor bisa lebih ditegasi agar tidak semakin marak ke depannya dan penanganannya bisa lebih jelas,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku usaha juga menyampaikan harapan agar iklim usaha di Kota Solo tetap kondusif dengan kemudahan perizinan. Owner PT Solo Abadi Indonesia, Dian Untoro, mengatakan pelaku usaha merasa cukup nyaman menjalankan bisnis selama satu tahun kepemimpinan Respati–Astrid.

“Kalau omzet naik turun itu biasa. Yang kami harapkan kota ini tetap kondusif dan perizinannya mudah,” katanya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Respati Ardi menegaskan pemerintah kota akan terus berupaya mengakomodasi kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah di tingkat kelurahan, kecamatan, provinsi hingga pusat.

Ia juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah dilakukan selama setahun terakhir, terutama di sektor infrastruktur. Salah satunya penataan drainase untuk mengurangi genangan air saat hujan deras.

Menurut Respati, hingga saat ini pembangunan drainase telah mencapai 1.976 meter, pembangunan talut sepanjang 469,35 meter, serta perbaikan jalan aspal sepanjang 6,2 kilometer.

“Perbedaannya cukup signifikan ketika hujan. Tahun lalu kita bisa menunggu hingga enam jam untuk air surut. Memang tidak mungkin nol genangan ketika hujan sangat deras, tetapi sekarang dengan adanya kolam retensi di Joglo dan penataan drainase lainnya, genangan bisa lebih cepat surut,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Solo juga merencanakan sejumlah program lanjutan pada 2026, seperti penataan kawasan Taman Sriwedari, peningkatan fasilitas olahraga, serta pengembangan kawasan pariwisata K3 yang meliputi Kauman, Keprabon, dan Kemlayan.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menambahkan pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan nonfisik seperti sektor seni, budaya, dan kerajinan.

“Nantinya kawasan permukiman di Kota Solo yang tergolong kumuh akan semakin berkurang. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan bisa selesai,” ujarnya.

Astrid berharap upaya pembangunan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong Solo berkembang sebagai kota urban yang maju dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....