Puncak Musim Penghujan, BMKG Semarang Waspadai Hujan Disertai Angin
- 07 Mar 2026 02:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam memasukin puncak musim penghujan di wilayah Jawa Tengah maupun Kota Surakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi kelas II Ahmad Yani Semarang minta warga mewaspadai potensi hujan disertai angin.
Dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, 2 Maret 2026, Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah, menjelaskan puncak musim hujan terjadi pada Februari hingga Maret dan akan memasuki masa peralihan cuaca hingga April.
"Jadi memang puncak musim hujan itu biasanya Januari atau Februari, seringnya di Februari dan memang bisa ada sedikit bergesernya. Jadi bisa di Februari hingga awal Maret. Untuk intensitas hujannya itu masih akan berlangsung puncaknya di bulan Februari atau awal Maret, kemudian akan berlangsung hujan sampai pada musim peralihan," kata Gempita Icky Dzikrillah.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah memprediksi pada bulan Maret hingga April mulai memasuki peralihan cuaca dari musim penghujan ke musim panas dan intensitas hujan cenderung menurun saat peralihan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah menambahkan saat musim peralihan, warga diminta tetap mewaspadai adanya potensi hujan disertai angin kencang.
"Meskipun belum ada alat ukur kecepatan angin di wilayah Surakarta, namun untuk gambaran secara umum di wilayah Jawa Tengah ini memang pada akhir puncak musim hujan menjelang musim peralihan memang terjadi peningkatan kecepatan angin," katanya menambahkan.
Dengan kemungkinan adanya intensitas angin kencang pada musim peralihan, warga diminta tetap mewaspadai bencana hidrometeorologi, terutama banjir ataupun pohon tumbang. Karena cuaca akan cenderung tidak menentu hingga masih ada kemungkinan hujan deras dengan waktu yang relatif singkat.
Masyarakat juga diminta bisa menjaga kesehatan tubuh menghadapi perubahan cuaca yang mungkin tiba-tiba bisa berubah serta menguatkan pondasi rumah yang mungkin mulai rapuh.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ari Dwi Daryatmo meminta warga bisa melaporkan jika adanya kejadian bencana di wilayah sekitar melalui media sosial ataupun nomor aduan BPBD Surakarta.
"Nanti kalau ada kejadian terkait dengan kebencanaan kita siap. Tentunya kita juga koordinasi dengan teman-teman kalau ada pohon tumbang, bisa dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kemudian SAR terus dibantu dengan Kepolisian. Stok untuk perawatan juga Alhamdulillah kita standby," ucap Ari Dwi Daryatmo. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....