Kebakaran Melanda Lahan Lereng Gunung Merapi di Boyolali, Camat Sebut Ulah Oknum

  • 15 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali — Kebakaran lahan melanda kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di perbatasan antara Desa Samiran dan Desa Suroteleng, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Senin, 14 September 2026.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius pengurus wilayah setempat karena titik api berada di area jurang yang curam dan berisiko tinggi. Penyebab kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari kebiasaan oknum warga yang membakar sisa tanaman atau daun-daun kering saat membersihkan lahan pertanian.

Pembakaran sengaja dilakukan dengan harapan rumput baru akan tumbuh lebih subur saat memasuki musim penghujan. Upaya penyadaran kepada masyarakat dinilai masih menghadapi tantangan karena metode pembakaran lahan tersebut sudah menjadi kebiasaan lama warga setempat untuk pembaharuan pakan ternak.

"Diduga penyebab kebakaran itu kebiasaan warga yang membersihkan lokasi lahannya atau tegalannya. Daun-daun yang kering dibakar dengan harapan nanti pada saat musim penghujan suketnya (rumput) bisa trubus bagus sekali dan subur. Itu sudah jadi kebiasaan warga, ilmunya katanya seperti itu. Upaya kita menyadarkan warga agak kesulitan di situ, kecuali kalau nanti ada cara lain yang lebih efektif," kata Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto saat dihubungi awak media.

Penanganan api di lokasi kejadian berlangsung penuh hambatan akibat medan yang ekstrem. Kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi karena jalur yang tersedia berupa jalan setapak serta berada di kedalaman jurang ratusan meter.

Camat Selo Eko Dodi Apriyanto menambahkan, proses pemadaman akhirnya dilakukan secara manual oleh warga sekitar menggunakan alat seadanya seperti gebyokan daun untuk melokalisasi kobaran agar tidak terus meluas.

Meskipun demikian, penanganan tetap mengutamakan keselamatan jiwa mengingat kecuraman jurang yang sangat membahayakan.

"Petugas dan warga berusaha secara individu atau gotong royong pakai gebyokan dengan alat seadanya biar apinya tidak preman (meluas) ke mana-mana. Namun yang paling utama, upaya pemadaman harus menjaga keselamatan jiwa. Jangan sampai membahayakan, karena risikonya kalau kepleset masuk jurang yang dalamnya ratusan meter itu sangat berbahaya," katanya menambahkan.

Hingga saat ini, titik api telah mulai mereda dan menyisakan kepulan asap tipis. Pihak setempat baru bisa memastikan total luasan lahan tegalan yang terbakar setelah seluruh titik api benar-benar padam.

Dipastikan lokasi kejadian merupakan area lahan pakan ternak warga dan berada cukup jauh dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....