Hujan Deras, Kemenag Karanganyar Batal Pantau Hilal di Candi Sukuh
- 17 Feb 2026 19:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar terpaksa membatalkan agenda Rukyatul Hilal di Candi Sukuh, Selasa 17 Februari 2026, akibat Kondisi cuaca hujan lebat dan kabut tebal. Pandangan yang tertutup mendung pekat membuat tim ahli tidak dapat mengoperasikan alat pemantau presisi karena hilal dipastikan mustahil terlihat secara visual.
Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Hidayat Maskur, menjelaskan tim kemenag Karanganyar sebenarnya telah berangkat menuju lokasi sejak pukul 16.00 WIB. Namun, lantaran hujan deras mengguyur area pegunungan tersebut, diputuskan proses pemasangan alat seperti teropong dan Theodolit tidak dilaksanakan demi keamanan perangkat dan efektivitas hasil.
“Tadi teman-teman mau naik, terus sampai di tengah itu sudah hujan. Jadi tidak mungkin terlihat, pada pulang. Kita sudah beli teropong baru sebenarnya, yang sudah lebih presisi, tapi karena cuacanya betul-betul hujan di atas, maka alat dimasukkan kembali,” ujar Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Hidayat Maskur saat dikonfirmasi RRI.
Selain faktor cuaca di lapangan, Hidayat menyebutkan berdasarkan data astronomis, posisi hilal saat ini memang masih berada di bawah ufuk. Kondisi ini memperkuat kemungkinan adanya perbedaan waktu dimulainya awal Ramadan antara keputusan pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan lainnya seperti Muhammadiyah.
“Karena memang kondisi hilal itu kan masih di bawah ufuk, jadi kemungkinan memang tidak bisa dilihat dari berbagai daerah. Dengan demikian, kemungkinan besar ada perbedaan penentuan awal Ramadan. Oleh sebab itu, kami menghimbau masyarakat bahwa perbedaan ini sudah biasa terjadi,” katanya.
Kemenag Karanganyar berpesan agar masyarakat tidak mempermasalahan terkait perbedaan tersebut dan justru menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas sosial. Umat muslim diimbau menunggu pengumuman resmi dari hasil Sidang Isbat Kementerian Agama sambil terus menjaga ukhuwah di tengah berbagai ujian bencana yang sedang melanda negeri.
“Mari kita nikmati bersama Ramadan kali ini untuk meningkatkan solidaritas antar sesama. Kita lebih melihat kepada kondisi bangsa yang hari ini banyak ujian, ada banjir, tanah bergerak, dan longsor. Mari kita memupuk rasa solidaritas bersama itu selama bulan Ramadan,” ujar Hidayat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....