Menteri PANRB Dorong Reformasi Birokrasi Di UNS

  • 10 Feb 2026 15:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) periode 2025–2028 di Aula FISIP UNS, Senin, 9 Februari 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan administrasi publik nasional.

Menteri PANRB menegaskan birokrasi Indonesia saat ini menghadapi tantangan strategis yang kompleks, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut menuntut aparatur negara untuk bertransformasi agar mampu memberikan pelayanan publik yang adaptif dan responsif. Transformasi birokrasi diharapkan tidak lagi sekadar administratif, melainkan harus berbasis pada pengambilan keputusan yang realistis.

"Persoalan integrasi data masih menjadi tantangan serius dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Data yang belum terintegrasi optimal kerap menghambat efektivitas kebijakan serta kualitas pelayanan publik bagi masyarakat," ujar Rini Widyantini dalam arahannya.

Pemerintah terus mendorong pembaruan sistem pemerintahan digital sebagai fondasi utama dalam pelayanan publik yang efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama agar integrasi pelayanan dapat berjalan dengan baik di tengah dinamika geopolitik. Birokrasi yang kuat dipandang sebagai pilar penting untuk mendukung demokrasi serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Fitria Rahmawati, menyatakan rasa bangganya karena UNS dipercaya menjadi pusat kegiatan nasional yang strategis ini. Momen ini dirasa sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-50 UNS yang menjadi momentum penguatan komitmen akademik terhadap pengembangan ilmu administrasi publik.

"Reformasi birokrasi tidak cukup dipahami sebagai perubahan prosedural, tetapi juga membutuhkan transformasi budaya dan pola pikir aparatur negara. Di sinilah kontribusi pemikiran akademik dari anggota IAPA menjadi sangat penting," kata Prof. Fitria.

UNS melalui visi strategisnya berkomitmen untuk terus mendorong integrasi antara nilai budaya dan inovasi demi pembangunan nasional. Melalui penguatan jejaring profesional seperti IAPA, diharapkan tercipta kebijakan publik yang lebih inklusif. Sinergi antara dunia akademik dan praktisi birokrasi menjadi langkah konkret dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tanah air. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....