Kehadiran 54 SPPG Kota Solo Mampu Serap 1600 Pekerja

  • 09 Feb 2026 07:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya memenuhi dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saja, melainkan dianggap juga bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Salah sataunya di Kota Solo sendiri. Dari 54 dapur SPPG yang berjalan, sudah menyerap 1600an pekerja dari segala tingkatan, baik lulusan Sekolah Dasar (SD) hingga ibu rumah tangga.

Hal itu dikatakan langsung Wakil Ketua Satuan Tugas (Wasatgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Solo, Purwanti saat ditemui setelah menghadiri kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor di SPPG Sondakan 1 pada Minggu, 8 Februari 2026.

"Serapannya 1600an sekian pekerja dari 54 SPPG yang berjalan. Jadi memang sebaran sumber tenaga kerja (dari 1600an) sebanyak 73 persen asal Solo, sisanya dari Wonogiri, ada Boyolali, ada Sukoharjo dan Karanganyar," kata Purwanti.

Lebih lanjut, menurut Purwanti juga serapan pekerja di dapur SPPG Kota Solo dari semua aspek, mulai ibu rumah tangga, fresh graduate hingga lulusan Sekolah Dasar (SD) ada.

"Semua aspek, ada yang rumah tangga, ada memang mereka fresh graduate, kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar (SD) juga. Ada Perguruan Tinggi  juga ya. Jadi memang sekali lagi kehadiran SPPG ini sangat-sangat membantu untuk penyerapan tenaga kerja," katanya menambahkan.

Melihat tingginya serapan pekerja di dapur SPPG, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat ditemui diwaktu yang salam setelah meninjau SPPG Sondakan 1, mengatakan pihaknya akan selalu memberikan dukungan dalam pemenuhan kompetensi tenaga kerja hingga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Kami dari Kementerian sudah melakukan evaluasi dan monitoring bersama Badan Gizi Nasional (BGN), tentunya K3 perlu ditingkatkan. Kemudian juga yang jelas kami dari Kementerian Ketenagakerjaan sudah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan dengan BGN, bagaimana memberikan fasilitas layanan sosial berupa asuransi," ucap Afriansyah Noor.

Dirinya juga menjelaskan berdasarkan data, setiap dapur SPPG rata-rata mampu menyerap 47 hingga 50 pekerja yang jika dikalikan dengan jumlah dapur yang ada di Indonesia mampu membantu menurunkan angka pengangguran. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....