Pemuda 19 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen, Pencarian Masih Berlangsung
- 19 Jul 2026 21:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Sebuah insiden kecelakaan air (laka air) dilaporkan terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Ngipang RT 13/05, Kelurahan Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen pada Minggu 19 Juli siang sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang remaja dilaporkan tenggelam dan hingga Minggu malam belum berhasil ditemukan.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah identitas lengkap korban bernama Irsad Rivai Musslih (Arsat Rifa'i) 19 Tahun warga Dukuh Gawan RT 12/04, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Irsyad salah satu karyawan SPPG di Kabupaten Sragen.
Kepala Desa (Lurah) Gawan, Sutris, menceritakan bahwa kejadian bermula saat korban bersama tiga orang temannya sedang berkumpul di pinggir sungai setelah waktu Zuhur, sekitar pukul 13.00 WIB. Karena cuaca yang terik, korban berinisiatif untuk turun ke sungai dan berendam.
"Korban ini pamit ke teman-temannya mau berendam karena hawanya panas. Salah satu temannya, Dista, sebenarnya tahu kalau korban tidak bisa berenang, jadi dia ikut turun untuk mendampingi," ujar Sutris saat diwawancarai, Minggu malam.
Nahas, saat masuk ke dalam air, korban terpeleset dan langsung terseret oleh arus Sungai Bengawan Solo yang saat itu sedang mengalir sangat deras. Dista sempat berusaha memegangi dan menolong korban, namun karena kuatnya arus, keduanya ikut hanyut hingga sejauh 200–250 meter ke arah hilir.
Di area hilir tersebut, terdapat saksi lain bernama Choki Putut Saputro (16) yang sedang bermain di tepi sungai dan melihat kepanikan keduanya. Choki sempat melemparkan bola plastik untuk membantu.
Dista berhasil meraih bantuan dan ditolong ke tepi sungai oleh Choki. Namun, karena korban sudah kehabisan tenaga dan mengalami fase tenggelam-tenggelam, korban akhirnya hilang tertelan arus sungai.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Sragen, Anang, membenarkan terjadinya pergulatan bawah air tersebut. "Karena keduanya panik, terjadi pertahanan hidup di dalam air (saling tarik). Akibatnya, korban tidak kuat menyeberang lalu tenggelam dan terbawa arus. Korban yang tenggelam dipastikan hanya satu orang," kata Anang.
Sejak sore hari, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sragen, Basarnas, TNI/Polri, serta puluhan organisasi relawan (seperti MTA, Dinsos, Tagana, Muhammadiyah, dan lainnya) langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Pada sore hari, petugas sempat melakukan penyisiran air menggunakan satu unit perahu karet (LCR).
Memasuki malam hari, demi keselamatan kru dan terbatasnya jarak pandang, metode pencarian diubah. "Untuk malam ini, kami memaksimalkan pemantauan visual dari darat menggunakan lampu sorot (lampu blor) di sepanjang tepian sungai," ucap Anang.
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 20.30 WIB survivor belum diketemukan. Posko pencarian utama telah didirikan di sekitar lokasi kejadian dan petugas gabungan masih berjaga ketat melakukan pemantauan visual dengan harapan korban dapat segera ditemukan. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....