Buka Parade Budaya SIAC Ke-5, Astrid Widayani Tegaskan Solo Siap Mendunia lewat Seni
- 20 Jul 2026 11:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Halaman Loji Gandrung Solo diramaikan oleh ratusan seniman lintas negara dan pegiat budaya lokal pada Minggu, 19 Juli 2026.
Momen ini menandai dibukanya secara resmi Parade Budaya Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 sekaligus Parade Prajurit Budaya Pokdarwis Kota Surakarta Tahun 2026 oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Parade yang menempuh rute dari Loji Gandrung hingga kawasan Ngarsopuro ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Kehadiran lebih dari 80 seniman dari 28 negara dalam helatan bertema “Rewriting Tomorrow” tersebut mempertegas posisi Surakarta sebagai kota budaya global yang inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Dalam sambutannya saat melepas rombongan parade, Astrid Widayani menyampaikan bahwa daya tarik Kota Solo tidak hanya bertumpu pada bangunan bersejarah, melainkan pada masyarakatnya yang mampu menjadi tuan rumah yang ramah, peduli, dan bangga akan identitas kotanya. Dirinya juga menekankan pentingnya peran seniman dan masyarakat dalam menghidupkan tradisi.
“Makna Prajurit Budaya bukan hanya mengenakan busana tradisional atau berjalan dalam barisan. Prajurit budaya adalah mereka yang menjaga nilai-nilai luhur, merawat tradisi, menghormati keberagaman, serta menjadi teladan dalam melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman,” kata Astrid Widayani.
Ditambahkan Astrid Widayani, dirinya meminta seluruh anggota Pokdarwis untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi digital dalam promosi destinasi wisata tanpa meninggalkan jati diri budaya Surakarta.
"Pariwisata yang berkualitas adalah pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisata berkembang, UMKM ikut tumbuh, seniman memperoleh ruang berkarya, ekonomi lokal bergerak, dan lapangan kerja semakin terbuka. Pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan," katanya menambahkan.
Adapun negara yang berpartisipasi dalam SIAC 2026 antara lain Indonesia, Australia, Bangladesh, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kamboja, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Lituania, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Polandia, Rusia, Serbia, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Thailand, Turki, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Astrid juga berharap kolaborasi internasional melalui SIAC 2026 ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi keindahan seni, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perputaran ekonomi lokal, pertumbuhan UMKM, serta perluasan jejaring kerja sama kebudayaan di tingkat global.
Rangkaian SIAC ke-5 sendiri dijadwalkan berlangsung dari tanggal 16 hingga 24 Juli 2026 dengan menyuguhkan berbagai agenda, mulai dari workshop seni, artist talks, kunjungan budaya, hingga pameran karya kolaboratif. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....