Pemkot dan ISI Launching Logo HUT ke-281 Kota Solo
- 09 Feb 2026 07:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) menjalin kolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) me-launching logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo di Pendopo KGPH Djojokusumo pada Minggu, 8 Februari 2026.
Pihak ISI Solo menganggap kerja sama ini menjadi wujud komitmen bersama untuk merajut ilmu pengetahuan, seni, kebudayaan dan tata kelola kota dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Ditemui pasca launching, Wali Kota Solo, Respati Ardi menjelaskan bahwa logo HUT Kota ke-281 diproduksi oleh civitas ISI Solo untuk menghindarkan subjektivitas politik, hingga pemimpin.
"Jadi filosofi desain itu diproduksi, diciptakan oleh teman-teman semua dari civitas ISI Solo. Fokusnya adalah untuk menghindarkan subjektivitas politik, subjektivitas pemimpin," kata Respati Ardi.
Lebih lanjut, mantan Ketua HIPMI Solo ini juga menegaskan dalam MoU dengan ISI tidak hanya sekedar menghadirkan logo HUT Kota Solo saja, melainkan juga kerja sama dalam pengembangan kebudayaan hingga pendidikan.
"Kami tentunya dalam MoU nota kesepahaman ini tidak hanya serta merta logo saja, tapi untuk pengembangan budaya di pendidikan-pendidikannya saya mengapresiasi sekali. Terima kasih sekali kepada ISI Solo untuk menjadi mitra dalam pengembangan seni dan budaya Kota Solo," katanya menambahkan.
Sementara itu, Rektor ISI Solo, Dr. Bondet Wrahatnala menjelaskan filosofi logo yang diciptakan untuk perayaan HUT Kota Solo ke-281. Dengan tagline Berbudaya, Pradaya dan Sejahtera, memiliki arti Berbudaya pada identitasnya, Pradaya pada aksinya dan Sejahtera adalah goalsnya.
Selain itu juga, warna dari logo sendiri dikatakan Rektor ISI Solo dibuat secerah mungkin agar terlihat kebahagiaan untuk tetap menjaga akar tradisi yang kuat.
"Warna memang kita buat secerah mungkin, se-happy mungkin. Jadi tetap ada akar tradisi yang kuat, di bawah itu terpresentasi dalam simbol-simbol visual di sini ada Rojomolo, kemudian batik parang, batik kawung dan juga keris, namun dikemas dalam bentuk yang luar biasa mengkini, jadi update banget," ucap Dr. Bondet Wrahatnala.
Ditambahkan Dr. Bondet Wrahatnala, bahwa teknologi yang ada tidak akan mematikan budaya tetapi akan merajut untuk menjadi sesuatu yang indah ke depannya dalam menguatkan budaya. Hal itu yang menjadi referensi kehadiran metrik digital dalam kemasan batik kawung kecil-kecil pada logo HUT Kota Solo ke-281.
"Nilai yang terkandung dalam logo adalah connected agile and user centric. Menjadi refleksi arah pembangunan kota, kota yang terhubung, lincah beradaptasi dan berpusat pada kebutuhan warganya," ucapnya menambahkan.
Dengan karakter personility warga yang smart, siber and welcoming, Solo menegaskan diri sebagai Kota yang cerdas memanfaatkan teknologi, adaptif dalam tranformasi digital, namun tetap ramah terbuka dan berakar pada nilai-nilai budaya. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....