Yayasan Tunas Sehat Indonesia Sediakan Rumah Singgah Gratis

  • 07 Feb 2026 14:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Yayasan Tunas Sehat Indonesia (YTSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi pasien kanker anak melalui penyediaan fasilitas pendukung yang terintegrasi. Salah satu layanan unggulan yang menjadi tumpuan bagi para keluarga pasien adalah penyediaan rumah singgah. Diperuntukkan bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan jangka panjang di rumah sakit.

Pengurus Yayasan Tunas Sehat Indonesia, dr. Suci Widhiati, menjelaskan bahwa yayasan non-profit ini bermula dari Komunitas Childhood Cancer Indonesia yang kemudian dikembangkan menjadi lembaga formal agar lebih solid. Fokus utama yayasan saat ini adalah menangani pasien kanker anak, terutama penderita leukemia atau kanker darah yang membutuhkan proses kemoterapi dalam waktu lama.

Keberadaan rumah singgah yang berlokasi di belakang Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta ini menjadi sangat krusial bagi pasien yang berasal dari luar daerah, seperti Jawa Timur hingga wilayah Pantura. Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma agar orang tua pasien tidak terbebani biaya akomodasi saat harus bolak-balik menjalani jadwal pengobatan yang padat.

"Pentingnya ada rumah singgah karena pasien kanker kadang menjalani pengobatan lama dan rumahnya jauh, sehingga tidak memungkinkan bolak-balik. Di sana mereka gratis, kami sediakan kebutuhan dasar seperti beras, asalkan bisa menjaga kebersihan bersama," ujar dr. Suci Widhiati saat ditemui rri.co.id di sela wisuda cancer survivor di Ruang Sekar Jagad RSUD Dr. Moewardi, Sabtu, 7 Februari 2026.

Selain akomodasi, YTSI melalui Komunitas Childhood Cancer Indonesia juga aktif memberikan pendampingan emosional bagi para penyintas dan keluarga. dr. Suci menekankan bahwa dukungan sistem, termasuk ketersediaan ruang bermain di rumah sakit, sangat mempengaruhi stabilitas mental anak selama masa perawatan agar mereka tetap tenang meski tidak bisa bersekolah.

Dalam rencana jangka panjang, yayasan ini berambisi untuk memperluas jangkauan bantuannya. Tidak hanya terbatas pada penderita kanker, tetapi juga untuk komunitas penyakit kronis lainnya. Hal ini mencakup pasien gagal ginjal, lupus, hingga penyakit langka lainnya yang membutuhkan perawatan intensif dan pendampingan serupa di rumah sakit.

"Jangka panjangnya kami ingin menggandeng lebih banyak komunitas lain, tidak hanya kanker saja, tetapi juga penyakit kronis seperti ginjal atau lupus. Kami ingin menjadi wadah bagi mereka untuk bertemu dan saling menguatkan dalam menghadapi masa pengobatan," ucap dr. Suci Widhiati. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....