UTP Surakarta Kukuhkan 398 Wisudawan, Lulusan Siap Serap Dunia Kerja

  • 17 Sep 2026 23:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta resmi mengukuhkan 398 wisudawan dari program magister, sarjana, dan vokasi di GOR UTP, Kamis, 17 September 2026.

Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia berprestasi unggul.

Wisuda kali ini merupakan momentum pelepasan bagi lulusan diploma keempat dan sarjana ke-93, serta lulusan program pascasarjana ke-11.

Gelar akademik tersebut diharapkan bukan sekadar tanda kelulusan secara administratif, melainkan wujud ketangguhan mahasiswa dalam menuntaskan perjalanan studi yang panjang.

Rektor UTP Surakarta, Prof. Winarti, menegaskan lulusan kampusnya telah disiapkan secara matang untuk langsung terjun memenuhi kebutuhan industri.

"UTP bahkan telah menerima lulusan yang dipesan oleh sejumlah perusahaan nasional. Ini adalah bukti bahwa dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja menaruh kepercayaan pada kualitas sumber daya manusia unggul yang dihasilkan oleh Universitas Tunas Pembangunan, " ujarnya dalam sambutan

Selain mengedepankan kesiapan kerja, pihak kampus juga memastikan penanaman nilai-nilai luhur Tri Ciri peninggalan pendiri UTP, yakni patriotisme, kepeloporan, dan kemandirian.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama bagi lulusan agar memiliki keberanian menjadi inisiator perubahan yang positif dan tangguh berdiri di atas kaki sendiri.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Tunas Pembangunan (YPTP), Leni Pramesti, berpesan agar para lulusan selalu mengedepankan moral dalam berkarier.

"Hari ini saya menitipkan beberapa pesan. Satu, jaga integritas. Jadikan nilai-nilai etika, kejujuran serta kebenaran ilmiah sebagai panduan moral utama Saudara dalam bekerja serta berkarya," katanya.

Lebih lanjut, Leni menekankan pentingnya peran wisudawan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan di masyarakat.

Pemanfaatan teknologi pada era disrupsi ini harus selalu dibarengi dengan empati, kebijaksanaan, dan hati nurani agar keputusan yang diambil kelak dapat berkeadilan.

Pelepasan ratusan wisudawan ini diharapkan bukan menjadi garis akhir dari proses menimba ilmu, melainkan titik awal pengabdian profesional seutuhnya.

Para alumni didorong untuk terus beradaptasi dan belajar sepanjang hayat agar senantiasa relevan dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....