Operasi Keselamatan Candi Dimulai, Persiapan Mudik Lebaran Nyaman
- 02 Feb 2026 12:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Polres Karanganyar resmi memulai Operasi Keselamatan Candi 2026 selama 14 hari ke depan, terhitung mulai Senin (2/2/2026) hingga 15 Februari mendatang. Operasi ini digelar sebagai langkah cipta kondisi guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat sebelum memasuki masa mudik Lebaran dan Operasi Ketupat.
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti menekankan fokus operasi kali ini terbagi menjadi 40 persen kegiatan preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen represif berupa penindakan tilang. Petugas akan menggencarkan pemasangan imbauan serta sosialisasi di titik-titik strategis untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Karanganyar.
“Operasi keselamatan ini ditujukan untuk menunjang dimulainya Operasi Ketupat yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga saat mudik Lebaran maupun liburan nanti, kondisi jalan aman, nyaman, dan lancar tanpa kendala,” ujar Kasat Lantas, Senin 2 Februari 2026.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa fasilitas kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Tegalgede dan Jongke sudah kembali berfungsi normal setelah sempat mengalami kerusakan teknis pada bagian lampu kilat. Selain dua titik yang sudah ada, Polres Karanganyar tengah mengajukan penambahan tiga titik ETLE baru, di antaranya di jalur Solo-Sragen dan kawasan Gunung Subur.
“Perlu diketahui bahwa ETLE di Tegalgede maupun Jongke sudah diperbaiki dan flash-nya sudah nyala. Penindakan tetap berlangsung. Kami juga mengajukan tiga titik lagi guna meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas di wilayah Kabupaten Karanganyar,” katanya.
Selain penegakan hukum melalui ETLE, Satlantas Polres Karanganyar terus menggencarkan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata, terutama penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan kendaraan telah diamankan guna memberikan efek jera bagi para pelanggar.
Terkait titik rawan kecelakaan, lanjut AKP Ryan, pihaknya memfokuskan pengawasan di jalur Solo-Sragen serta perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu. Koordinasi dengan pihak PT KAI telah dilakukan untuk pemasangan palang pintu guna mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan kereta api di wilayah tersebut.
“Kami fokuskan penindakan di daerah rawan kecelakaan seperti jalur Solo-Sragen. Untuk perlintasan sebidang, kami sudah berkoordinasi dengan KAI untuk pengadaan palang pintu sehingga masyarakat lebih waspada dan tidak menerobos saat kereta lewat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....