Petugas PSDKP Berikan Penghormatan Jenazah Hariadi Kru ATR 42-500

  • 25 Jan 2026 17:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Jenazah Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, Hariadi, tiba di rumah duka yang berada di RT 03/08 Perumahan Puri Kahuripan 3, Jaten pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 13.30 WIB dengan menggunakan mobil ambulans.

Isak tangis keluarga pecah saat mobil ambulans mulai memasuki area rumah duka. Setibanya dirumah duka, peti jenazah langsung diangkat pasukan dari Dirjen PSDKP Cilacap yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan serah terima jenazah kepada pihak keluarga.

Ditemui di rumah duka, Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Dwi Santoso Wibowo membenarkan bahwa kehadiran dirinya bersama petugas Dirjen PSDKP untuk mewakili Menteri KKP.

"Kami mewakili bapak Menteri Kelautan dan Perikanan dan bapak dirjen PSDKP untuk secara kedinasan menyerahkan korban atas nama Almarhum Hariadi kepada keluarga, dan kami turut nanti memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum tentang apa yang sudah terjadi," kata Dwi Santoso Wibowo.

Lebih lanjut, Dwi Santoso Wibowo juga menceritakan bagaimana sosok Hariadi yang pernah menjadi rekan kerjanya dalam pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan melalui udara. Dirinya mengatakan sebelum kejadian, sempat janjian ingin makan bersama pasca bertugas.

"Sudah cukup lama pak Hariadi bertugas di kami. Orangnya baik, humble kemudian komunikatif dan cepat bergaul. Dengan kami di Dirjen PSDKP dalam rangka satu tim melakukan patroli dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Sebenarnya sebelumnya janjian mau makan malam bersama kami tapi ya lain cerita," katanya menambahkan.

Jenazah Hariadi yang bertugas sebagai Flight Operation Officer, Indonesia Air Transport dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Hal itu dibenarkan Ketua Rukun Tetangga (RT) 03, Rudi Hermawan saat ditemui di rumah duka.

"Pemakaman iya di Kecamatan Kerjo (kampung halaman dan tempat tinggal orang tua) Almarhum pak Hariadi. Jenazah dari Makassar dijemput adik ipar, tapi tidak berdampingan hingga Surabaya, karena beda pesawat, adiknya turun di Jogja," ucap Rudi Hermawan.

Ditambahkan Rudi, istri korban sempat mengalami drop hingga harus diperiksa oleh tim kesehatan, sehingga belum bisa diajak untuk berbicara karena masih syok atas kejadian yang menimpa suaminya.

"Dari pihak istri korban masih syok, kondisi masih belum bisa ditanya jawab. Kemarin kebetulan di syok lagi dan didatangkan pihak kesehatan, tim medis untuk memeriksa kondisi," ucapnya menambahkan.

Jenazah Flight Operation Officer Indonesia Air Transport ini sebelumnya diterbangkan melalui bandara yang berada di Makassar menuju bandara Surabaya, untuk kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dengan menggunakan ambulans menuju rumah duka yang berada di RT 03/08 Perumahan Puri Kahuripan 3, Jaten, Karanganyar.

Hariadi dipastikan meninggal dunia setelah proses pencarian korban kecelakaan ATR 42-500 yang jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026 saat melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....