Pencarian Pendaki Mongkrang, Tim Gabungan Libatkan Tim Spiritual

  • 23 Jan 2026 18:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Memasuki hari ke 5 operasi pencarian terhadap pendaki yang dilaporkan hilang di bukit Mongkrang, kini memadukan kecanggihan teknologi dan kearifan spiritual. Langkah ini diambil setelah tim gabungan menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa hujan badai dan angin kencang yang terus menyelimuti jalur pendakian sejak beberapa hari terakhir.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan meski tim anjing pelacak K-9 dari Polres Karanganyar dan teknologi drone thermal sudah dikerahkan, keberadaan korban belum juga terdeteksi. Sebagai bentuk usaha maksimal atau ikhtiar lahir batin, pada hari kelima, tim gabungan memberangkatkan tim spiritual khusus menuju titik-titik yang dianggap strategis di area Pos Dua dan Pos Tiga.

“Semuanya ditempuh, satu dengan spiritual, kemudian kami juga dari Polres menerjunkan tim anjing pelacak,” ujar Hendro Prayitno, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 23 Januari 2026.

Hendro menekankan penggunaan metode spiritual ini melibatkan tenaga ahli yang didampingi langsung oleh personel TNI dan relawan guna memastikan keamanan selama prosesi berlangsung di tengah cuaca buruk. Hingga pukul 12.37 WIB, kondisi puncak Lawu dilaporkan masih dilanda badai yang menghalangi jarak pandang serta pergerakan tim di lapangan secara signifikan.

“Tim spiritual tadi ada sekitar empat orang, dibantu naiknya juga dibantu dengan tim dari TNI tadi. Cuaca di sini hujan, badai, kemudian angin, sampai jam 12.37 belum ada tanda-tanda ditemukan,” ujarnya.

Selain upaya fisik di lapangan, lanjut Kalakhar, pihak kepolisian dan petugas terkait juga telah melakukan pelacakan digital melalui perangkat elektronik milik korban. Segala data mulai dari surat elektronik hingga koordinat terakhir dari ponsel dan jam tangan pintar milik korban telah diperiksa, namun sinyal tersebut masih belum memberikan petunjuk lokasi yang akurat.

“Dari pihak kepolisian kan juga sudah mencari itu, yang dibawa yang bersangkutan seperti jam tangan lewat email, lewat HP, semuanya kan sudah seperti itu. Jenenge ikhtiar toh, semua ditempuh,” kata Hendro.

Hendro menyebut, BPBD juga mulai menaruh perhatian pada kondisi fisik para relawan yang mulai mengalami kelelahan hebat setelah lima hari bertaruh nyawa di tengah cuaca dingin. Dukungan medis berupa suplemen terus diberikan agar seluruh unsur yang terlibat tetap prima hingga batas waktu standar operasional prosedur (SOP) pencarian berakhir pada hari Minggu mendatang.

“Kalau SOP-nya kan sampai tujuh hari, tujuh harinya itu besok hari Minggu. Tadi kami koordinasi dengan Puskesmas Tawangmangu memberikan support suplemen pada rekan-rekan yang menjaga di basecamp,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....