Pangkas Dahan, Warga Sragen Malah Tewas Kesetrum

  • 22 Jan 2026 14:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen: Seorang warga Kelurahan Sragen Wetan, Sragen meninggal dunia dengan kondisi memprihatinkan di atas pohon, Kamis 22 Januari 2026. Diduga korban tewas kesetrum saat memangkas dahan pohon.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 09.45 WIB di Jl. Sumatera, Kampung Kauman RT 25/08, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen.

Baca Juga: Nenek Asal Sragen Tewas Terperosok ke Sumur‎

Korban diketahui bernama Pariman (50), warga Kampung Widoro RT 37/11, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen.

Lurah Sragen Wetan, Prima Adi Surya konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban merupakan salah seorang warganya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas.

Ia dikenal sering membantu bersih-bersih pemilik rumah yang ada di dekat lokasi kejadian. Nahas saat memangkas pohon diduga tersengat aliran listrik dari kabel yang tak jauh dari pohon yang dipanjat.

‎"Memotong dahan itu atas inisiatif pribadi. Namanya orang suka bersih-bersih beliau ingin membersihkan karena pohonnya sudah tinggi," ucap dia.

PSC 119 Sragen bersama relawan melakukan evakuasi korban tewas tersengat listrik saat pangkas dahan di Sragen Wetan. (Foto: RRI/Dok PSC 119)

Sedangkan ‎Ketua PSC 119 Sukowati Sragen Udayanti Proborini dalam laporannya mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya kecelakaan tersengat listrik timnya langsung menuju tempat kejadian. Saat tiba di lokasi kejadian, korban masih berada di atas pohon dengan ketinggian sekitar lima meter dan masih terdapat aliran listrik aktif di sekitar lokasi.

Tim gabungan kemudian melakukan orientasi medan untuk memastikan keamanan petugas sebelum proses evakuasi dilakukan.

‎Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol, Empat Warga Klaten Tewas

Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit dengan menggunakan Truck Bucket Lift milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sragen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi terdapat lecet pada dada kiri, jari telunjuk tangan kiri, serta ibu jari tangan kanan. ‎"Tanda-tanda vital dan mendapati nadi korban sudah tidak teraba," ujar dia.

Korban kemudian dibawa ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎"Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga sesuai prosedur oleh pihak berwenang untuk dimakamkan." MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....