PDI-P Solo Ingin Perolehan 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
- 11 Jan 2026 16:46 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Mantan Wali Kota Solo yang juga mantan Plt Ketua DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa menaruh harapan besar pada kepengurusan DPC PDI-P periode 2025-2030. Teguh ingin perolehan anggota legislatif DPRD Solo kembali 24 kursi seperti pemilu 2014.
Harapan besar itu disampaikan dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-53 PDIP di Solo, Sabtu (10/1/2026). Teguh menyebut harapan besar itu bukan mustahil karena PDI-P pernah mendapatkan 30 kursi pada periode 2019-2024.
Baca juga: PDI-P Waspada 'Gajah Cilik' akan Kuasai Jateng
Menurut Teguh, PDIP Solo harus mampu mewujudkan kemenangan sedikitnya 50 persen plus 1 seperti Pemilu Legislatif 2014. Perjuangan panjang itu akan ditentukan oleh reorganisasi partai hingga tingkat bawah.
"Capaian kita minimal 50 persen plus 1, kembali pada kenaikan dari 15 [kursi] ke 24 [kursi]. Setelah Pak Rudy tahun 2012 menjadi Wali Kota, tahun 2019 menjadi 30 kursi. Ini perjuangan panjang, dengan situasi politik, apakah akan sama, Pileg-Pilpres di 2024 akan sama di 2029," kata dia.
Teguh mengatakan bahwa PDI-P harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman bila ingin tetap eksis. Termasuk merangkul anak-anak muda atau biasa disebut dengan istilah Generasi Z atau Gen Z.
Kader PDIP tidak boleh bersikap eksklusif atau tertutup dari khalayak ramai. Mereka justru harus mau membaur dalam berbagai organisasi maupun elemen masyarakat yang sangat banyak.
"Kalau kita ingin meraih Gen Z kita harus menyesuaikan diri, jangan terlalu ekslusif, tidak perlu memamerkan seragam kita. Kita harus berbaur dalam organisasi-organisasi lain yang banyak sekali," kata dia.
Teguh mengingatkan kader-kader yang mendapat kepercayaan untuk menjadi struktural, agar bersikap amanah. Sebab pencapaian yang diperoleh merupakan hasil dari perjuangan panjang penuh liku.
"Bagi teman-teman yang sudah pada posisinya, ya mari, karena itu bagian dari perjuangan. Orang tidak bisa tiba-tiba mendapatkan sesuatu. Tetapi itu perjuangan panjang. DPC partai ini menuju PDIP," urai dia.
Teguh juga mengingatkan seluruh kader PDIP terutama jajaran struktural untuk waspada. Menurut dia, yang terpenting adalah kekompakan atau soliditas semua jajaran. Hal itu juga seperti yang disampaikan Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima, dalam pidatonya.
"Ini kalau kita tidak waspada, bukan berarti kita terkaget-kaget. Ya bahwa perjuangan butuh uang. Tapi uang bukan segalanya. Kalau tidak ada kekuatan soliditas, kekompakan, seperti disampaikan Pak Ketua DPC dalam sambutannya, partai ini akan turun," urai dia.
Teguh menjelaskan reorganisasi segera sampai ke tingkat pengurus anak cabang (PAC) dan pengurus ranting. "Setelah DPC selesai, pengurus anak cabang, pengurus ranting. Jadi DPC sudah selesai, harapannya, ke bawah ini kita kurangi ketegangan-ketegangannya," pesan dia.
Sebelumnya Teguh mengingatkan kader PDIP agar waspada mengenai adanya partai gajah merah yang ingin menguasai Jateng pada Pemilu 2029.
Peringatan Teguh itu merujuk pada pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang mengajak kader PSI untuk menjadikan Jateng sebagai kadang gajah pada Pemilu 2029 mendatang. Seperti diketahui, gajah merah merupakan lambang identitas PSI.
"Kita harus waspada. Waspada apa? Yang berwarna merah tidak hanya PDIP. Ada gajah cilik juga identitasnya merah. Kemarin sudah berapi-api di Sunan. Kalau kita tidak waspada, kita singkirkan banteng-banteng, Jateng menjadi kandang gajah," ujar dia merujuk pada pidato Kaesang pada Rakorwil DPW PSI Jateng di The Sunan Hotel Solo, Kamis (8/1/2026). MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....