Libur Nataru, Pelaku Wisata Karanganyar Raup Untung Melimpah

  • 01 Jan 2026 17:29 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Karanganyar: Puncak libur Tahun Baru 2026 menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Karanganyar. Pasalnya, terjadi kenaikan omzet secara signifikan di berbagai sektor pariwisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Objek wisata alam dan pusat oleh-oleh di Bumi Intanpari terpantau dipadati wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di awal tahun 2026.

Seperti halnya yang terjadi di objek wisata Air Terjun Jumog di bawah naungan BUMDes Alam Berjo. Wisata alam andalan warga Berjo itu mencatatkan angka kunjungan harian yang diprediksi menembus angka lebih dari lima ribu orang.

Ketua Badan Pengawas BUMDes Alam Berjo, Sugeng, mengatakan, ribuan wisatawan telah memadati kawasan air terjun Jumog sejak pagi hari. Para wisatawan berbondong-bondong ke wisata Jumog untuk sekedar menikmati panorama alam dan hiburan musik.

“Puncaknya kelihatannya hari ini, prediksi kami bisa mencapai sekitar lima ribu pengunjung dalam satu hari di awal Januari ini,” ujar Sugeng kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

Sugeng menegaskan seluruh layanan tetap berjalan aman terkendali meskipun volume kendaraan pengunjung dari luar kota memenuhi seluruh area parkir.

Selain itu, komitmen pengelola untuk tetap mematok harga tiket masuk sebesar dua puluh ribu rupiah menjadi salah satu kunci kepuasan pengunjung di tengah suasana liburan.

“Untuk tiket masuk tetap tidak ada kenaikan, masih dua puluh ribu rupiah untuk wisatawan lokal sebagai bentuk layanan kami kepada pengunjung,” katanya.

Hal yang sama, juga dirasakan oleh pelaku industri oleh-oleh Banana Kress yang mencatat lonjakan pendapatan dari kategori pengunjung reguler hingga dua kali lipat. Pemilik Banana Kress, Aris Munandar, mengungkapkan kehadiran wisatawan keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi motor utama penggerak bisnisnya saat ini.

“Kalau dari sisi reguler tetap naik dua kali lipat, arus wisatawan mandiri ini menjadi penyelamat keberlangsungan bisnis di akhir tahun,” ujar Aris. Menurutnya, meskipun jumlah rombongan bus wisata sedang menurun karena faktor kemacetan, namun tingginya daya beli wisatawan mandiri mampu mendongkrak omzet secara drastis.

Aris juga membeberkan strategi jitu mengenai penempatan lokasi gerainya yang berjarak sekitar tiga puluh menit dari pusat keramaian Tawangmangu.

“Jaraknya ini sudah kita hitung, karena kalau pengunjung baru turun lima menit dari lokasi wisata biasanya belum mau turun lagi untuk belanja, jadi kita siapkan tempat duduk yang nyaman,” katanya.

Keberhasilan para pelaku wisata dalam meraup keuntungan melimpah ini didukung oleh kesiapan infrastruktur dan inovasi layanan di lapangan. Sinergi antara keindahan alam dan kreativitas produk oleh-oleh terbukti efektif memutar roda ekonomi Kabupaten Karanganyar di awal tahun dua ribu dua puluh enam ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....