Pendapatan BUMDes Alam Berjo Semester I Tembus 3 Milyar

  • 27 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Hasil Musyawarah Desa (Musdes) BUMDes Alam Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama tahun 2026. Dari pengelolaan objek wisata Air Terjun Jumok dan Telaga Madirda, BUMDes berhasil membukukan pendapatan bersih sekitar 3 miliar rupiah dan menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar 1,9 miliar rupiah.

Direktur Utama BUMDes Alam Berjo, Sularno, menyampaikan secara regulasi, sebesar 60 persen dari pendapatan bersih BUMDes disetorkan secara rutin ke pemerintah desa. Dana tersebut kemudian dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan kesejahteraan.

“Kalau semester satu kemarin kan kemarin habis Musdes ya. Itu pendapatan bersih sekitar tiga miliar rupiah lebih, terus kita setorkan ke desa satu koma sembilan miliar rupiah. Jadi enam puluh persen itu kita setorkan ke desa menjadi PADes, tiga puluh empat persen dikelola BUMDes, dan enam persen untuk penghargaan kinerja pengelola,” kata Sularno saat dikonfirmasi wartawan, Senin 27 Juli 2026.

Sularno menjelaskan, alokasi PADes tersebut dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Berjo untuk membiayai tiga program unggulan bertajuk SBS, yaitu Semua Bisa Sehat, Semua Bisa Sejahtera, dan Semua Bisa Sarjana. Di sektor pendidikan, program Semua Bisa Sarjana memberikan intervensi bantuan biaya sekolah tanpa memandang latar belakang ekonomi warga.

“Terkait dengan Semua Bisa Sarjana itu, dari tingkat SLTP mendapat bantuan 500 ribu rupiah per orang per tahun, SLTA 1 juta rupiah per tahun, dan untuk jenjang perkuliahan 5 juta rupiah per tahun. Itu tidak memandang miskin atau kaya, semuanya dapat. Bahkan kalau satu rumah ada tiga anak yang kuliah, ya tinggal dikalikan saja berarti dapat 15 juta rupiah per tahun,” ujar Sularno.

Program beasiswa tersebut terbukti membawa dampak signifikan terhadap tingkat pendidikan di Desa Berjo. Sularno membeberkan, sebelum adanya program bantuan dari BUMDes ini, persentase lulusan SLTA yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berada di bawah 10 persen, namun kini melonjak tajam hingga mendekati 60 persen.

“Dulu sebelum ada program ini, warga yang lulus SLTA masuk ke perkuliahan paling sekitar kurang dari sepuluh persen. Sekarang begitu ada program Semua Bisa Sarjana ini, tingkat persentase warga yang dari SLTA masuk ke perguruan tinggi sebesar hampir enam puluh persen,” kata Sularno.

Sebagai imbal balik atas bantuan tersebut, para mahasiswa penerima beasiswa diberikan tanggung jawab sosial untuk membantu promosi destinasi wisata tempat tinggal mereka. BUMDes mewajibkan para mahasiswa untuk memproduksi konten kreatif di media sosial guna mengenalkan pesona Air Terjun Jumok dan Telaga Madirda.

“Tentunya dari hal itu kita tugaskan anak-anak yang mendapatkan SBS tersebut untuk membuat konten-konten kreator terkait objek wisata yang kita kelola. Jadi mereka bisa membantu untuk promosi kami di media sosial,” ujar Sularno.

Selain pendidikan, dana PADes hasil pengelolaan BUMDes juga dialokasikan untuk sektor pertanian dan kesehatan melalui program Semua Bisa Sejahtera dan Semua Bisa Sehat. Pemdes Berjo menyediakan 20 unit traktor untuk membantu pengolahan lahan petani, serta mengadakan dua unit ambulans gratis di bawah pengelolaan Relawan Reber Bersatu untuk melayani pemeriksaan kesehatan warga.

“Untuk Semua Bisa Sejahtera, petani difasilitasi mesin traktor sebanyak dua puluh unit sebagai sarana pengganti tenaga angkut yang sekarang makin susah. Kalau Semua Bisa Sehat, pemerintah desa membelikan dua unit ambulans gratis untuk transportasi periksa kesehatan atau kontrol warga Desa Berjo,” ucap Sularno.

Sularno menambahkan, pada tahun anggaran 2026 ini BUMDes Alam Berjo ditargetkan oleh pemerintah desa untuk mampu menyetorkan PADes sebesar 5 miliar rupiah. Untuk mengejar sisa target tersebut di semester kedua, pihaknya menyiapkan strategi promosi digital masif serta memberikan promo skema diskon 10 persen bagi rombongan wisatawan minimal 10 orang.

“Tahun ini kita ditarget sama pemerintah desa untuk setor PADes sebesar lima miliar rupiah. Untuk mengejar target tersebut di semester dua, kita genjot promosi lewat media sosial seperti TikTok dan memberikan diskon tambahan. Kalau dulu diskon rombongan per dua puluh orang, sekarang per sepuluh orang sudah kita kasih diskon ten percent,” kata Sularno.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....