Menteri UMKM Lepas Ekspor Furniture Rotan Trangsan ke-Spanyol

  • 18 Des 2025 21:34 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sukoharjo: Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman melepas ekspor furniture berbahan baku rotan dari Desa Trangsan kecamatan Gatak Sukoharjo ke Spanyol.

Tidak hanya melepas eskpor, Menteri UMKM yang didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo juga meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditi Rotan di Desa Trangsan.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Maman Abdulrahman mengatakan bahwa ekspor furnitur rotan ke Spanyol, berawal dari keberadaan RPB yang merupakan program kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Pemkab Sukoharjo.

“Program tersebut tidak mungkin tercapai dan berhasil jika hanya diinisiasi oleh Kementerian UMKM tanpa dukungan dan support dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Kementerian UMKM menurutnya juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemkab Sukoharjo yang membuat operasional RPB komoditas rotan dapat berjalan optimal.

“Bahkan, ekspor ke Spanyol ini merupakan pengiriman kedua ke luar negeri yang difasilitasi melalui RPB tersebut,” katanya.

Menteri UMKM Maman Abdulrahman juga berharap, peresmian RPB dan simbolisasi ekspor, dapat menjadi motivasi bahwa program tersebut merupakan salah satu program unggulan untuk memberdayakan UMKM lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mendatang Kementerian UMKM berkomitmen untuk memperbanyak RPB serupa di berbagai daerah serta melakukan monitoring berkelanjutan,” ujarnya.

Menteri UMKM, Maman Abdulrahman dan Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo saat melihat proses pengolahan rotan

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, skema RPB merupakan solusi atas berbagai kendala klasik yang selama ini dihadapi industri dan UMKM, seperti keterbatasan SDM, bahan baku, mesin, hingga jejaring pasar.

“Dengan adanya RPB kendala tersebut diharapkan bisa tereliminir,” kata Wabup

Menurutnya, setelah eksport Spanyol, peluang pasar Eropa lainnya juga terbuka lebar bagi produk rotan Sukoharjo.

“Untuk eksport rotan Trangsan beberapa negara di Eropa juga sudah masuk dalam agenda,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Wakil Bupati Sukoharjo, peresmian RPB rotan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan standar produk UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Dalam ekspor, yang menjadi kunci adalah kepastian pasokan atau delivery time yang berkesinambungan, dan yang kedua adalah kualitas agar pembeli melihat produk koperasi manunggal di bawah naungan RPB, sehingga mereka terus melakukan pemesanan,” katanya.(Edwi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....