Rangkaian Momen Ramadan yang Membekas di Hati
- 31 Mar 2026 10:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ramadan selalu menjadi bulan yang ditunggu. Setelah sebulan menahan lapar dan dahaga, kemenangan diraih saat takbir berkumandang di Bulan Syawal. Namun di balik itu, ada kenangan yang selalu tersisa, membuat bulan suci bagi umat Islam ini terasa istimewa dan selalu dirindukan.
Ngabuburit
Sore hari menjadi waktu yang paling dinantikan. ngabuburit bukan hanya menunggu berbuka, tetapi juga waktu berkumpul dan bercengkerama. Jalan-jalan sore, bersepeda bersama teman, atau sekadar menikmati suasana sekitar menciptakan kenangan hangat yang melekat. Keseruan sore hari ini biasanya berlanjut ke momen berikutnya: berburu takjil.

Berburu Takjil / War Takjil
Takjil menjadi simbol manisnya Ramadan. Aroma gorengan, kolak, hingga minuman manis seperti es buah lengkap atau es cendol memenuhi pasar. Aktivitas ini bukan sekadar membeli makanan, tetapi juga bagian dari kebersamaan sore hari yang mengalir dari ngabuburit, membangun antisipasi menjelang buka puasa.

Buka Bersama di Masjid atau Bersama Teman
Saat adzan Maghrib berkumandang, tibalah momen buka puasa bersama. Duduk berjejer di masjid atau berkumpul dengan teman dan keluarga, berbagi senyum, doa, dan hidangan, menghadirkan kehangatan yang mengikat setiap momen sebelumnya, dari ngabuburit hingga berburu takjil, menjadi pengalaman yang menyatu.

Sholat Tarawih dan Ngaji Bareng
Setelah berbuka, giliran tarawih. Suasana masjid yang ramai namun khusyuk, suara imam yang merdu, dan jamaah yang tekun menghadirkan kedamaian tersendiri. Tarawih menjadi puncak ibadah sehari, menutup rangkaian aktivitas sore yang telah dimulai sejak ngabuburit. Setelah sholat, biasanya dilanjut dengan Ngaji bareng di Masjid membuat ibadah semakin terasa mudah dan semangat karena dilakukan bersama-sama.

- Sahur Bersama Keluarga / Kegiatan Ramadan Lainnya
Menjelang fajar, sahur menjadi momen hangat penutup hari. Bagi Nurussyifa Lutfiah (19), mahasiswi di Solo, Ramadan masa kecil sarat kenangan: bermain petasan selepas Subuh, memancing ikan di sungai, pesantren kilat, hingga beraktivitas di TPA bersama teman. “Semua momen itu membuat Ramadan terasa berbeda dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Zuni Muslihah (36) menambahkan perspektif dewasa. “Sekarang aku lebih merindukan buka puasa dan beribadah bersama keluarga atau teman. Minuman manis khas Ramadan, seperti es buah lengkap atau es cendol, selalu jadi favorit,” kata Zuni saat dihubungi RRI Selasa, 31 maret 2026.
Bagi keduanya, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Dari ngabuburit, berburu takjil, buka bersama, tarawih, hingga sahur, setiap momen saling terkait membentuk kenangan manis yang membuat bulan suci ini selalu dirindukan, meski kemenangan telah diraih. (DR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....