Puasa Seharian Rebahan: Apakah Tetap Dapat Pahala?
- 28 Feb 2026 10:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Selama bulan Ramadan, banyak orang memilih untuk rebahan seharian, terutama saat sedang berpuasa. Namun, muncul pertanyaan, apakah aktivitas tersebut tetap bernilai pahala jika dilakukan sepanjang hari, atau hanya sekadar menahan lapar dan haus?
Bagi Syinta (21), seorang mahasiswa di Sukoharjo mengatakan bahwa rebahan adalah cara untuk mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas. “Aku suka rebahan. Kalau rebahan biasanya aku sambil main HP, scroll medsos, atau nonton film. Kadang juga baca buku. Tapi kalau sering nggaknya, tergantung kesibukan. Minggu ini mungkin sering, minggu depan jarang. Sesuai jadwal aja,” ucap Syinta saat dihubungi RRI Surakarta pada Sabtu, 28 Februari 2026. Meski rebahan, Ia menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara istirahat dan produktivitas.
Rizqi (20), mahasiswa aktif salah satu kampus di Soloraya, juga menghabiskan waktu dengan rebahan, terutama saat libur atau tidak ada kegiatan. "Kalau lagi free time dan nggak ada yang dikerjain, bisa berjam-jam rebahan, main HP, scroll medsos, atau main game. Sekali main game kayak Mobile Legends bisa 45 menit, dan kalau main beberapa kali bisa nggak kerasa, bisa sampai 3 jam," ujar Rizqi. Meski rebahan, Rizqi menganggap ini adalah waktu untuk bersantai setelah hari yang padat.
Berbeda dengan Rizqi, Faqih (20), mahasiswa salah satu kampus negeri di Solo lebih memilih mengisi waktu rebahannya dengan kegiatan yang bermanfaat. “Selama bulan Ramadhan, saya rebahan sambil menonton konten memasak, atau melihat video lucu. Selain itu, saya juga sering mempelajari teknik memasak atau membantu orang tua menyiapkan menu buka puasa,” ujar Faqih. Menurutnya, meskipun rebahan, ia tetap merasa bisa mendapatkan manfaat dari konten-konten yang ia tonton, serta belajar hal baru yang bermanfaat.
Di sisi lain, Nurussyifa (19) memiliki rutinitas berbeda selama puasa. “Saat puasa, aku suka baca komik dan novel. Kalau siang, kadang aku cari ide untuk tulisan, pengen jadi penulis kayak Risa Saraswati. Sore hari, aku ngajar TPA (Taman Pendidikan AL-Qur'an). Kalau nggak ngajar, aku sering bikin kreasi takjil,” ucap Nurussyifa. Meskipun rebahan, ia memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif, sekaligus membantu orang lain.
Rebahan Saat Puasa: Niat yang Menentukan Pahala
Dr. Achmad Choerudin, ST, SE, MM, CLMA, CPSP, CGL, CNCP, penceramah sekaligus dosen Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, saat dihubungi RRI Surakarta, menjelaskan bahwa puasa tetap sah meskipun seharian diisi dengan rebahan, asalkan memenuhi rukun dan syarat puasa. “Puasa sah, meskipun diisi dengan rebahan, selama kita tidak melanggar syarat dan rukun puasa. Namun, sahnya puasa tidak selalu berarti berpahala maksimal,” ucapnya.
Dr. Achmad melanjutkan, Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.’ Hadist itu diriwayatkan Ibnu Majah no. 1690; Ahmad no. 8693. Jika selama puasa kita hanya rebahan tanpa memperbaiki kualitas ibadah, maka pahala kita bisa berkurang,” ujarnya.
Lanjutnya, rebahan bisa bernilai pahala jika dilakukan dengan niat yang baik, seperti untuk menjaga diri dari maksiat atau mengistirahatkan tubuh agar lebih optimal dalam beribadah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.’ Hadist ini shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no 1907. Jadi, jika niat kita untuk beristirahat demi kekuatan beribadah lebih baik, maka itu tetap bisa bernilai pahala,” kata Ustad Achmad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....