Menjaga Niat dalam Konten Dakwah agar Pahala Tidak Hilang

  • 28 Feb 2026 09:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID., Surakarta - Ramadan banyak diisi dengan konten dakwah di media sosial, seperti video tausiyah dan kutipan Islami. Namun, jika tujuan utamanya untuk mendapatkan popularitas dan monetisasi, apakah konten tersebut tetap bernilai ibadah di sisi Allah SWT?

“Dalam Islam, yang pertama kali dilihat adalah niatnya. Kalau seseorang membuat konten dakwah karena Allah SWT, ingin menyebarkan kebaikan, maka itu ibadah. Tapi kalau niatnya hanya mengejar views dan pujian, di situlah letak bahayanya,” ucap Dr. Achmad Choerudin, ST, SE, MM, CLMA, CPSP, CGL, CNCP, penceramah sekaligus dosen Universitas Tunas Pembangunan Surakarta saat dihubungi RRI Surakarta pada Selasa, 24 Februari 2026.

Ustadz Achmad menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.’ Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun aktivitasnya sama, nilai amalnya bisa berbeda tergantung niat di dalam hati.

"Berdakwah di bulan Ramadan adalah amalan yang sangat dianjurkan. karena seperti dalam Hadist Riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya'. Jadi, setiap usaha kita untuk menyebarkan kebaikan itu akan mendapatkan pahala yang berkelanjutan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustadz Achmad juga mengatakan hal sebaliknya. Jika niat utama dalam berdakwah adalah untuk mendapatkan popularitas atau keuntungan duniawi, maka pahala dari amal tersebut bisa terancam hilang

Lanjutnya, seperti terkandung dalam Surah Hud ayat 15-16, yaitu : "Allah SWT mengingatkan bahwa orang yang hanya mengejar kepentingan duniawi akan mendapatkan balasannya di dunia, namun tidak akan memperoleh apa-apa di akhirat." Hal tersebut bisa juga dsebut riya’, yaitu beramal agar dipuji oleh manusia dan hal tersebut dilarang dalam Islam.

"Jika niat utamanya karena Allah SWT, dan mendapatkan views atau penghasilan hanyalah bonus, itu tidak masalah. Tapi, jika niatnya untuk popularitas atau pujian, pahala bisa terancam hilang. Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki niat dan menjaga keikhlasan hati," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....