Kesederhanaan Nabi Muhammad SAW saat Sahur dan Berbuka di Bulan Ramadan
- 28 Feb 2026 14:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan bagi umat Islam. Dalam menjalankan ibadah puasa, Muhammad SAW memberikan teladan tentang kesederhanaan, khususnya saat sahur dan berbuka puasa. Sikap ini menjadi contoh bahwa esensi Ramadan bukan pada kemewahan hidangan, melainkan pada ketakwaan dan rasa syukur.
Anjuran Sahur yang Penuh Keberkahan
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA dan tercantum dalam Sahih al-Bukhari, Nabi bersabda bahwa pada sahur terdapat keberkahan.
Meski demikian, menu sahur Nabi Muhammad sangat sederhana. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi kerap bersahur dengan kurma dan air.
Bahkan jarak antara sahur dan azan Subuh pun tidak terlalu lama, menunjukkan beliau mengakhirkan sahur mendekati waktu fajar. Kesederhanaan ini mengajarkan bahwa sahur bukan tentang banyaknya makanan, tetapi tentang mengikuti sunnah dan memohon keberkahan.
Menyegerakan Berbuka dengan yang Sederhana
Saat waktu Magrib tiba, Rasulullah SAW menyegerakan berbuka. Dalam hadis riwayat Abu Dawud yang tercantum dalam Sunan Abi Dawud, disebutkan bahwa Nabi berbuka dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, berbuka dengan kurma kering, dan bila tidak tersedia, cukup dengan beberapa teguk air.
Kebiasaan ini menunjukkan pola hidup yang sederhana sekaligus mencerminkan gaya hidup sehat. Kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Nilai Keteladanan di Balik Kesederhanaan
Kesederhanaan Nabi Muhammad SAW saat sahur dan berbuka juga menjadi pengingat agar umat Islam tidak berlebihan dalam menyiapkan hidangan Ramadan. Rasulullah SAW mencontohkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan tujuan rohani.
Dalam kitab sirah seperti Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safiur Rahman al-Mubarakpuri, dijelaskan bahwa kehidupan Nabi dipenuhi dengan kesahajaan meskipun memiliki kedudukan sebagai pemimpin umat. Teladan ini relevan hingga kini, terutama di tengah budaya konsumtif saat Ramadan. Kesederhanaan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa keberkahan terletak pada rasa syukur, bukan pada kemewahan hidangan. (Agung TN)
Referensi:
- Sahih al-Bukhari - Imam al-Bukhari.
- Sunan Abi Dawud - Imam Abu Dawud.
- Ar-Raheeq Al-Makhtum - Safiur Rahman al-Mubarakpuri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....