MHQ 30 Juz Se-Solo Raya Digelar, Juara Dapat Umroh

  • 25 Feb 2026 12:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) se-Solo Raya Tahun 2026 kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di Kota Surakarta. Ajang ini akan berlangsung pada 1 Maret 2026 di Graha Wisata Niaga Sriwedari.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Satmoko Nugroho, mengatakan tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-empat. Sekaligus menjadi satu rangkaian dengan Ramadan Light Festival serta Kampung Ramadan di kawasan Balai Kota.

“Ini sudah keempat kali. Biasanya satu rangkaian dengan Ramadan Live Festival dan Kampung Ramadan,” katanya saat dihubungi rri.co.id melalui sambungan telepon, Rabu 25 Februari 2026.

Satmoko menjelaskan, berbeda dari tahun sebelumnya, MHQ tahun ini dibuka untuk umum dengan batasan usia 15 hingga 25 tahun dan khusus kategori hafalan 30 juz. Konsep tersebut membuat jumlah peserta tidak sebanyak tahun lalu.

“Kalau tahun kemarin pesertanya digerakkan dari SMA dan MA di Kota Surakarta dan kriterianya tidak 30 juz, jadi pendaftarnya hampir 200. Tahun ini memang khusus 30 juz,” ujarnya menjelaskan.

Hingga saat ini, tercatat 39 peserta yang telah mendaftar dari target 98 peserta. Panitia sebelumnya telah memperpanjang masa pendaftaran hingga 25 Februari 2026 untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi para hafidz dan hafidzah di Solo Raya.

Pelaksanaan lomba akan dilakukan dalam satu hari penuh. Pada sesi pagi akan digelar babak penyisihan untuk menentukan 10 besar, kemudian dilanjutkan babak final pada siang hingga sore hari.

“Penyisihan setengah hari, nanti ditentukan 10 besar, lalu siang sampai sore babak final dan pemenangnya langsung diumumkan hari itu juga,” kata Satmoko.

Panitia menyiapkan hadiah utama berupa paket umroh bagi juara pertama putra dan putri. Hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para penghafal Al-Qur’an.

Satmoko berharap MHQ 30 Juz ini tidak hanya menyemarakkan Ramadan, tetapi juga melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat berprestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat selanjutnya.

“Harapannya tentu ingin menyemarakkan Ramadan, meningkatkan keimanan, sekaligus menemukan bibit-bibit yang bisa maju ke forum MTQ berikutnya,” ucapnya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....